djfaroff

Profil Presiden Jenderal PP Japto Soerjosoemarno
djfaroff

Profil Presiden Jenderal PP Japto Soerjosoemarno

Profil Presiden Jenderal PP Japto Soerjosoemarno – Dewan Pimpinan Nasional (MPN) Presiden Jenderal Pemuda Pancasila (PP) Japto Soelistyo Soerjosoemarno merupakan tokoh sentral dalam organisasi kemasyarakatan (ormas).

Selain aktif di organisasi PP, Japto juga aktif di organisasi FKPPI (Forum Komunikasi Pensiunan Pria dan Wanita ABRI).

Profil Presiden Jenderal PP Japto Soerjosoemarno

Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (26/11/2021), Japto lahir dari pasangan Mayjen (Purn) Ir KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) Soetarjo Soerjosoemarno dan Dolly Zegerius.

Ayahnya adalah keturunan bangsawan Mangkunegara dan ibunya adalah seorang Belanda yang merupakan atlet jembatan nasional Indonesia.

Japto adalah adik dari K.R.Ay (Kanjeng Raden Ayu) Marini Soerjosoemarno, seorang aktris senior Indonesia.

Di dunia politik ia pernah menjabat sebagai Presiden DPP Partai Patriot. Selain berkecimpung di dunia politik, Japto juga seorang penyayang binatang dan pencinta lingkungan.

Namun, ia juga memiliki hobi berburu yang terlihat dari piala yang diperolehnya dari Big Five di Afrika.

Pada suatu kesempatan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rakernas Pemuda Pancasila Tahun 2021 dengan tema “Menegaskan kembali nilai-nilai Pancasila dalam rangka membangun kerangka nasionalis, berperan aktif dan siap untuk bersaing untuk Indonesia yang lebih maju,” Japto berpesan kepada pengurus PP Kemahasiswaan, Kemahasiswaan, dan Kemahasiswaan (Sapma) untuk terus memperhatikan dunia pendidikan.

“Sapma PP dibentuk atas dasar unsur pendidikan. Saya meminta Anda untuk tidak pernah melupakan ceritanya.”

“Diharapkan hasil kegiatan ini dapat meningkatkan Sapma PP dan semakin meningkatkan Pemuda Pancasila,” kata Japto, Sabtu (6/11/2021).

Pemuda Pancasila sebenarnya adalah salah satu ormas tertua di tanah air. PP Ormas dideklarasikan berdiri pada tanggal 28 Oktober 1959 di Jakarta.

Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)lah yang melahirkan ormas ini. IPKI adalah sayap politik perwira militer yang masih aktif bertugas saat itu.

Beberapa tokoh pendirinya adalah para jenderal TNI, antara lain A Yani, AH Nasution, dan Gatot Subroto.

Polisi Sekutu Pangkat AKBP, Pancasila Muda Diminta Bertanggung Jawab

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi meminta pimpinan Organisasi Sosial Pemuda (Ormas) Pancasila untuk bertanggung jawab dan segera menyerahkan pelaku tindak kekerasan kepada anggota polisi berpangkat AKBP.

Dimana anggota tersebut mengalami luka di bagian kepala. “Kegiatan menyampaikan pendapat di depan umum dikaburkan dengan melukai anggota kami, seorang perwira berpangkat AKBP. Luka di kepalanya mengeluarkan banyak darah.

Padahal kami melayani dengan sepenuh hati,” kata Hengki, Kamis di Jakarta. (25/11/2021). Ia juga meminta pimpinan aksi menyerahkan anggota yang melakukan tindak kekerasan kepada AKBP.

“Saya minta pimpinan aksi ini bisa mempertanggungjawabkan. Perwira paruh baya dipukuli padahal dia mengasuransikan kegiatan ini.”

“Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini untuk segera menyampaikan, jangan sampai tindakan rekan-rekan dicemari dengan kegiatan yang sebenarnya. melawan hukum,” pungkasnya.

Dia menegaskan, jika orang tersebut tidak diserahkan, polisi akan mengadilinya.

“Saya minta saksi yang melihat dia menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya penanggung jawab bidang keamanan, di depan DPR, jujur   saya sedih.

Profil Presiden Jenderal PP Japto Soerjosoemarno

Saya teman DPR. Ketua PP Jakarta Pusat, tapi justru anggota kita dianiaya oleh rekan sendiri. Saya sudah minta diserahkan atau kita akan pergi dan mencarinya,” ujarnya.

Sebelumnya, pembubaran massa dilakukan atas imbauan langsung Kapolres Jakarta Pusat yang menaiki mobil aksi pada Kamis (25/11/2021) pukul 15.58 WIB di gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat.

Setelah turun, polisi meminta ratusan pengunjuk rasa untuk memutar balik kendaraannya. Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto kini sudah berfungsi normal.

Sarimaya Terpilih Sebagai Presiden Umum Srikandi PP
djfaroff

Sarimaya Terpilih Sebagai Presiden Umum Srikandi PP

Sarimaya Terpilih Sebagai Presiden Umum Srikandi PP – Musyawarah Nasional (Munas) kedua Srikandi Pemuda Pancasila (PP) yang digelar di Depok, Jawa Barat, berhasil memilih Sarimaya sebagai presiden umum untuk kedua kalinya.

Sarimaya berkomitmen untuk berkontribusi dalam pencapaian target 10 juta anggota Pemuda Pancasila.

Musyawarah Nasional yang berlangsung pada 10-12 Desember 2021 yang seharusnya berlangsung tahun lalu, harus ditunda karena situasi pandemi Covid-19.

Sarimaya Terpilih Sebagai Presiden Umum Srikandi PP

Musyawarah Nasional yang dihadiri 31 DPW dan 300 DPC ini diikuti sekitar 500 peserta, dan berlangsung dengan protokol Covid-19 yang sangat ketat.

Ketua Umum Srikandi Pemuda Pancasila Sarimaya mencontohkan hal pertama yang ingin disampaikan kepada publik adalah klarifikasi kapan Srikandi Pemuda Pancasila didirikan.

Menurutnya, yang diketahui selama ini adalah Srikandi Pemuda Pancasila lahir pada 28 Oktober 2001.

“Alhamdulillah dari dokumen yang diperiksa tim khusus, selanjutnya disampaikan oleh Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, serta oleh Ketua Umum Penasehat Pahlawan Pemuda Pancasila Bpk. KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno bahwa tanggal lahir Pahlawan Pemuda Pancasila harus benar.”

“Hari ini saya melanjutkan pesan ini, bahwa Srikandi Pemuda Pancasila lahir pada 28 Oktober 1983,” kata Sarimaya dalam siaran persnya, Minggu (12/12/2021).

Selama enam tahun menjabat sebagai presiden umum Srikandi Pemuda Pancasila, kata Sarimaya, banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Salah satunya formasi DPW yang sejauh ini baru membentuk 28 DPW, sedangkan target yang ingin dicapai 34 DPW.

Selain itu, Sarimaya juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pencapaian target 10 juta anggota Pemuda Pancasila.

“Ke depan saya ingin seluruh provinsi di negeri ini, Bendera Merah Putih, didampingi oleh Pataka Srikandi Pemuda Pancasila.”

“Oleh karena itu, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan, dan ini tentunya membutuhkan perjuangan yang tidak mudah,” ujar Sarimaya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila dan Ketua Umum Pembina Pahlawan Muda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno Apresiasi setinggi-tingginya kepada Sarimaya karena berhasil membesarkan Pahlawan Muda Pancasila dalam enam tahun, dengan hasil yang sangat tinggi.

Menurut Japto, menghimpun dan menggerakkan perempuan dalam suatu organisasi tidaklah mudah.  

Namun, Sarimaya berhasil mewujudkan hal tersebut, Japto juga berpesan kepada Srikandi Pemuda Pancasila untuk segera membuat program-program yang bisa berdampak pada seluruh lapisan masyarakat.

”Sebaiknya program tersebut merupakan program yang dapat menggerakkan roda perekonomian, seperti koperasi.”

“Fungsi utamanya tentunya untuk memenuhi kebutuhan anggota dan selanjutnya juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pahlawan Pemuda Pancasila”, ujar Japto.

Dalam kongres kali ini, selain agenda pemilihan presiden umum periode 2021-2026, juga ada usulan pembentukan Koperasi Pratama oleh Kementerian Koperasi dan UKM, dilanjutkan dengan penandatanganan konstitusi Pahlawan Koperasi Pemuda Pancasila.

Tertib, puluhan posko Ormas di Jakarta Barat akan disulap menjadi mushola dan tempat belajar

Belakangan ini, atribut organisasi sosial (ormas) di wilayah Jakarta Barat banyak dicermati. Pengecekan dilakukan mulai dari penurunan bendera hingga pengecatan posko organisasi massa (posko).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan pemeriksaan ini menjadi perhatian Kapolres Jaya Irjen Pol Fadil Imran untuk mencegah bentrokan antar ormas yang terjadi baru-baru ini diverifikasi di Jakarta Barat.

“Sebenarnya dalam konteks kegiatan ini (pengendalian atribut ormas), kita melakukan kegiatan pencegahan kejahatan, konteks besarnya seperti itu,” kata Ady kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Ady mengatakan ratusan bendera dan puluhan posko telah disiagakan. Tempat tersebut nantinya akan diubah menjadi fasilitas umum, seperti mushola, tempat akting bahkan menjadi pos patroli bagi warga sekitar.

Sarimaya Terpilih Sebagai Presiden Umum Srikandi PP

“Tempat itu akan dijadikan tempat aman untuk beraktivitas bersama pokdar kamtibmas, ada juga rencananya akan dijadikan tempat anak-anak mengaji sehingga lebih bermanfaat untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Jangan tunjuk saat pemeriksaan selesai. Namun, ini memastikan bahwa semakin cepat aplikasi dilakukan, semakin baik.

“Quello yang pasti adalah bahwa lebih awal, lebih baik dan lebih menguntungkan. Selanjutnya pada Natal dan Tahun Baru kita akan menerapkan pengamanan”, tutupnya.

Pembersihan Atribut CSO di Jalan Protokol dan Pemukiman
djfaroff

Pembersihan Atribut CSO di Jalan Protokol dan Pemukiman

Pembersihan Atribut CSO di Jalan Protokol dan Pemukiman – Atribut ormas yang terpasang di jalan protokol Cilandak, Jakarta Selatan, dicopot. Pemeriksaan dilakukan oleh aparat gabungan Polri, TNI dan Satpol PP.

“Atribut ormas di jalan protokol berkurang. Misalnya di RS Jalan Fatmawati, Kartini, Cipete Raya, Antasari dan Karang Tengah, kita akan mudik,” kata Kapolsek Cilandak PP Cilandak, saat dikonfirmasi di Kamis (16/12/2021).

Hingga kini, tidak hanya pemeriksaan atribut ormas yang ada di kawasan pemukiman saja yang dilakukan.

Pembersihan Atribut CSO di Jalan Protokol dan Pemukiman

Namun, dia mengimbau ormas-ormas untuk mencopot atributnya di kawasan pemukiman.

Ia memastikan penertiban atribut ormas terus dilakukan bersama Polri dan TNI. Sebelum melakukan eksekusi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan ormas.

“Sebelum kita singkirkan, kita bicarakan dengan ormas-ormas agar tidak terjadi tawuran di lapangan. Sebagai PP, kita hubungi presiden, FBR, Forkabi, lalu Kembang Latar Belakang sini, kita akan hubungi mereka dulu. Jadi mereka sudah dapatkan,” tutupnya.

Mahfud MD mengatakan 448.000 Orma di Indonesia menunjukkan negara demokrasi

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan sejauh ini ada 448.000 organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia.

Dengan angka tersebut, menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi.

“Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa di Indonesia saat ini ada 448.000 ormas dan yang besar dan banyak yang kecil,” kata Mahfud MD secara virtual dalam Muktamar IV Wahdah Islamiyah, Minggu (19/12/2021).

“Ada yang besar seperti NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, Nahdlatul Wathan, Persis, Washliyah, tetapi juga banyak yang kecil yang namanya tidak kita ketahui,” imbuhnya.

Mahfud MD mengatakan, dalam arti Indonesia demokratis, silakan mau berorganisasi, suka tidak suka, ya bisa.

Yang penting bersatu dalam satu tujuan, yang disebut kalitun sawa.

“Cari persamaan antar pemeluk agama yang berbeda, perbedaan ormas karena harus ada sentun sawa. Misalnya, agama mana yang setuju dengan apa yang disepakati sekte, pemimpin mana yang harus adil, agama mana yang sesuai dengan apa yang dianutnya. adalah sentun sawa,” ujarnya.

Menurut Mahfud MD, keberadaan Wahdah Islamiyah merupakan bukti bahwa mayoritas Indonesia adalah negara yang agamis dan demokratis.

Ia mengatakan, negara yang beragama adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. “Oleh karena itu, banyak ormas Islam, termasuk Wahdah Islamiyah, yang saya diskusikan dengan Ustaz Zaitun Rasmin, ternyata mereka memberikan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan dan bakti sosial di 34 provinsi,” jelasnya.

“Di berbagai tingkatan, sekolah-sekolah tersebut memiliki begitu banyak perguruan tinggi Islam.”

“Alhamdulillah, ini adalah sumber daya bagi bangsa Indonesia. Sebuah sumber untuk pembangunan bangsa Indonesia yang religius dan demokratis.”

“Sebuah sumber daya untuk negara Islam dan bangsa Indonesia.” tambah Mahfud MD.

Mahfud mengatakan ormas Islam tidak perlu takut menggunakan istilah Islam. Ia mengatakan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

Oleh karena itu, ormas Islam tidak perlu takut menggunakan istilah Islam. “Jangan takut menggunakan istilah Islam-Islam.

Sesungguhnya Indonesia adalah masyarakat Islam. Jangan takut menggunakan istilah Islam untuk disebut orang desa, untuk mengatakan bahwa itu adalah desa, untuk mengatakan bahwa itu ekstrim. atau tidak.

Pakai saja istilah-istilah Islami itu,” pungkasnya.

Polres Jakarta Pusat menyegel kantor PP dan FBR Ormas

Polres Metro Jakarta Pusat menutup beberapa kantor Organisasi Pemuda Pancasila dan Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, pusat kota Jakarta.

Tiga bidang tanah di Jakarta Pusat dikuasai PP dan FBR Ormas tanpa hak dan melanggar hukum.

Pembersihan Atribut CSO di Jalan Protokol dan Pemukiman

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, penyegelan awal itu berdasarkan laporan dari LMAN selaku Pengelola Barang Milik Negara yang melaporkan bahwa mantan BPPN terkait kasus BLBI itu dikendalikan oleh PP.

“Dua Negosiasi Tak Cari Jalan, Kemudian Polres Jakarta Pusat dibantu Tiga Tiang Pengamanan Gedung Dan Disegel Dengan Garis Polisi,” Setyo terangnya kepada Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (13/12/2021).

Dia menambahkan bahwa dua berikut bidang tanah yang dilaporkan oleh PT Oceania, pemilik blok B2 B3 HGB, masing-masing 12 ribu meter persegi dan 13 ribu meter persegi, FBR telah mendirikan lapangan bulu tangkis futsal dengan kios semi permanen untuk disewa.

Organisasi Non Profit di Indonesia
djfaroff

Organisasi Non Profit di Indonesia

Organisasi Non Profit di Indonesia – Organisasi non-profit merupakan organisasi yang jelas tidak mencari untung. Tujuan utama organisasi ini dapat didefinisikan dalam hal tujuan sosial, politik, budaya, pendidikan dan nirlaba lainnya. Untuk entitas asing, mendirikan organisasi non profit1. dapat membingungkan karena beberapa perubahan dalam peraturan pemerintah.

Berikut adalah beberapa organisasi non-profit di Indonesia.

1. XSProject

Berbasis di Jakarta, Indonesia, XSProject adalah organisasi nirlaba dan anggota World Fair Trade. Misi XSProject adalah untuk meningkatkan kesadaran global akan dampak sampah pada lingkungan dan masyarakat. XSProject berusaha untuk memutus siklus generasi pemulung dengan mengedukasi pemulung dan anak-anak miskin lainnya dan dengan membawa harga diri dan harga diri kepada komunitas yang di layani. XSProject menganjurkan daur ulang konsumen dengan memproduksi dan menjual produk yang terbuat dari sampah.

2. Yayasan Rama Sesana

Visi Yayasan Rama Sesana adalah menciptakan generasi perempuan yang sehat. Misinya adalah untuk meningkatkan kesehatan seksual dan reproduksi wanita Bali berpenghasilan rendah, termasuk pencegahan dan penyebaran IMS dan HIV / AIDS yang lebih luas, perawatan prenatal, keluarga berencana, deteksi dini kanker dan konseling. Berbasis di Pasar Badung, pasar tradisional terbesar di Bali, YRS telah beroperasi sejak tahun 1999 sebagai organisasi nirlaba, non-pemerintah setempat. Ini menyediakan layanan klinis di Pasar Badung, klinik keliling di daerah terpencil dan metropolitan di seluruh Bali, dan program pendidikan berdasarkan donasi, dengan fokus khusus pada wanita berpenghasilan rendah dari komunitas pasar tradisional Bali. slot indonesia

3. Sumatran Orangutan Society

Organisasi Non Profit di Indonesia

Orangutan Sumatra terancam punah dan tanpa tindakan segera bisa menjadi spesies Kera Besar pertama yang punah. SOS didedikasikan untuk membalikkan situasi ini. Sumatran Orangutan Society melakukan ini dengan: Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi orangutan dan rumah hutan hujan mereka. Mendukung proyek-proyek akar rumput yang memberdayakan masyarakat lokal untuk menjadi penjaga hutan hujan dan memulihkan habitat orangutan yang rusak melalui program penanaman pohon. Mengkampanyekan isu-isu yang mengancam kelangsungan hidup orangutan di alam liar. Bantu Sumatran Orangutan Society melindungi orangutan, hutan mereka, dan masa depan mereka.

4. Yayasan Cipta Mandiri

Yayasan Cipta Mandiri (YCM) adalah LSM nirlaba dinamis yang bekerja untuk memberdayakan kaum muda yang kurang beruntung di Bogor, Indonesia. Sejak 2002, YCM telah menyediakan program pendidikan alternatif motivasi gratis untuk kaum muda yang keluarganya sering berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, apalagi biaya sekolah atau universitas. Dengan penuh kasih sayang disebut sebagai “rumah impian” YCM bekerja untuk membekali siswa dengan kepercayaan diri, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat perubahan berkelanjutan yang positif dalam kehidupan mereka.

5. Yayasan Bukit Kehidupan Ungasan / Bali Life Foundation

Yayasan Bukit Kehidupan Ungasan / Bali Life Foundation adalah lembaga amal kecil dengan hati besar. Itu ada untuk memberikan harapan dan masa depan bagi perempuan dan anak-anak Bali yang kurang mampu. Visi “Memberikan HARAPAN, TUJUAN, dan KEBERHARGAAN kepada anak-anak dan perempuan yang tidak mampu.” Misi Menyediakan kebutuhan dasar bagi anak-anak dan perempuan yang tidak mampu, Harapan Mengajar moral dan nilai-nilai yang baik, Pelatihan Martabat & keterampilan memberi untuk masa depan.

6. Perkumpulan Pelita Indonesia

Pelita Indonesia didirikan pada tahun 2003 sebagai organisasi sosial yang bergerak dalam proyek pengembangan masyarakat yang akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga Jawa Barat secara keseluruhan. Melalui organisasi, visi perkumpulan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Indonesia yang kurang mampu sehingga mereka dapat keluar dari kemiskinan dan memiliki hidup sehat yang panjang, yang pada gilirannya akan mempengaruhi seluruh masyarakat. Pelita Indonesia melaksanakan misi di atas dalam tiga inisiatif utama. Menyediakan solusi air bersih, memberikan bantuan perawatan kesehatan untuk pasien TB dan berpartisipasi dalam upaya bantuan bencana. Pelita Indonesia mengoperasikan pabrik tempat memproduksi filter air keramik. Filter ini murah dan menghasilkan air minum yang bersih dan aman untuk orang Indonesia yang membutuhkan. Pelita Indonesia menyediakan filter ini tanpa biaya kepada penerima. Tim kesehatan Pelita indonesia berfokus pada penyediaan perawatan, konseling dan bantuan untuk orang Indonesia dengan Tuberkulosis yang tidak memiliki akses yang memadai ke layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Pelita Indonesia bekerja dalam kemitraan dengan pemerintah Indonesia dalam memberikan perawatan ini tanpa biaya kepada pasien. Pelita Indonesia juga menyediakan berbagai bantuan bantuan bencana untuk masyarakat dan individu yang terkena dampak banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan tsunami. Pelita Indonesia bersifat lokal, sehingga dapat dengan cepat menyediakan kebutuhan penting yang mendesak. Pelita Indonesia juga berkomitmen dan diperlengkapi untuk membantu kebutuhan jangka panjang para korban bencana.

7. Health in Harmony

Visi untuk Health In Harmony dimulai lebih dari 15 tahun yang lalu di hutan Taman Nasional Gunung Palung di mana Dr Kinari Webb mengakui hubungan langsung antara perusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh penebangan liar, kondisi kesehatan manusia yang menyedihkan di masyarakat sekitar taman, dan dampak hilangnya hutan hujan terhadap kesehatan di seluruh dunia. Pendekatan komprehensif Health in Harmony bekerja di persimpangan kesehatan manusia dan lingkungan untuk memberikan perubahan berkelanjutan di masyarakat di seluruh dunia.

8. Aksi Cepat Tanggap

Mengembangkan Bencana Total, Memperkuat Sinergi dan Kemitraan, Memperkuat Lembaga, Menghasilkan partisipasi masyarakat dalam upaya kemanusiaan, dan Memperkuat komunitas donor.

9. Yayasan Hati Gembira Indonesia (Happy Hearts Indonesia Foundation)

Organisasi Non Profit di Indonesia

Happy Hearts Indonesia didedikasikan untuk membangun kembali sekolah dan memulihkan harapan dan peluang dalam kehidupan anak-anak di daerah yang kurang mampu dan di daerah yang terkena bencana alam. Happy Hearts Indonesia mendukung masyarakat lokal dalam membangun sekolah yang ramah lingkungan dan menyediakan mereka dengan fasilitas yang memadai.

10. Yayasan Ekoturisme Indonesia

Untuk memberdayakan anak-anak yang buta huruf dan kurang gizi melalui pendidikan yang relevan, peningkatan gizi, dan prinsip-prinsip kesehatan dasar tinggal; Untuk mengurangi kemiskinan dan mempromosikan pembangunan yang peka terhadap budaya, berkelanjutan di dalam masyarakat pedesaan yang miskin yang memiliki sedikit atau tidak ada pilihan untuk mengurangi penderitaan mereka sendiri; dan Untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan alam untuk saling menguntungkan dan pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan dengan reboisasi lahan yang hancur oleh letusan besar-besaran Mt. Agung pada tahun 1963, yang gundul ribuan hektar. Untuk meningkatkan ekosistem kehidupan, menyediakan hutan makanan yang berkelanjutan bagi ribuan penduduk desa, menyediakan mata pencaharian berkelanjutan untuk saat ini dan masa depan, dan memastikan air hujan ditangkap dan dilestarikan untuk kepentingan tanah, alam, ekosistem, dan, yang paling penting adalah manusia.

11. Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi

Organisasi Non Profit di Indonesia

YKIP adalah yayasan yang berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan masyarakat yang terpinggirkan di Bali dengan memutus siklus kemiskinan melalui dukungan dan layanan pendidikan. Sasaran masyarakat terpinggirkan adalah: (1) anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi; (2) kelompok sosial yang menderita bencana; (3) anak yatim; dan (3) cacat fisik.

Organisasi Islam Tertua di Indonesia
djfaroff

Organisasi Islam Tertua di Indonesia

Organisasi Islam Tertua di Indonesia – Muhammadiyah adalah organisasi Islam tertua di Indonesia yang masih bertahan, tumbuh, dan berkembang tidak hanya di Indonesia tetapi juga memperluas jangkauannya di luar perbatasan. Muhammadiyah juga dikenal luas karena upaya amal yang besar di bidang pendidikan, kesehatan, layanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan berdakwah atas dasar umat atau komunitas. Muhammadiyah juga bergerak melalui organisasi perempuannya yaitu Aisyiyah, sebuah organisasi Islam yang telah memimpin kebangkitan perempuan Muslim Indonesia. Muhammadiyah bahkan dikenal sebagai organisasi yang cerdas dan modern.

Tetapi apakah generasi milenial yang tidak pernah berhubungan dengan institusi Muhammadiyah masih mungkin mengenal Muhammadiyah? Apakah remaja yang lahir pada periode terakhir, di kota-kota besar atau daerah terpencil di negara itu masih mengakui keberadaan Muhammadiyah? Pertanyaan yang menggelitik ini penting untuk dicermati yang mungkin merupakan generasi yang lebih baru, yang kurang akrab dengan Muhammadiyah. Inilah mengapa upaya untuk terus membawa dan memperkenalkan Muhammadiyah kepada kaum muda, termasuk melalui media sosial, dianggap sebagai langkah penting. Melalui media sosial, perlu untuk memberi tahu orang-orang tentang apa dan bagaimana Muhammadiyah sebagai gerakan Islam menyebarkan pemikiran dan misi tajdidnya untuk membawa kemajuan bagi masyarakat, bangsa dan kemanusiaan universal.

Organisasi Islam Tertua di Indonesia

Muhammadiyah telah lama dikenal oleh masyarakat luas, baik domestik maupun internasional. “Siapa yang tidak kenal Muhammadiyah?”, Presiden Soeharto berkata, yang menyatakan dirinya “benih Muhammadiyah” karena ia telah belajar di Sekolah Menengah Muhammadiyah di Wonogiri. Presiden Soekarno sejak 1933 bahkan telah dikenal sebagai anggota dan administrator Muhammadiyah. Ada tokoh-tokoh penting lainnya seperti Jenderal Sudirman, Ir Djuanda, Dr. Soetomo, termasuk pemimpin Muhammadiyah, yaitu Kiai Mas Mansur, yang juga dikenal sebagai Tokoh Empat (bersama Sukarno, Moehammad Hatta, dan Ki Hadjar Dewantara), Ki Bagus Hadikusumo (Anggota BPUPKI), Prof. KH Kahar Muzakkir (Anggota perumus Piagam Jakarta), Bapak Kasman Singodimedjo (Ketua KNIP, Jaksa Agung Pertama), Dr. Rasjidi (Menteri Agama Pertama), Buya HAMKA, dan lainnya. Selain itu, Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan Aisyiyah, juga dinyatakan oleh pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional. slot online

Demikian juga, institusi pendidikan, rumah sakit, kantor, dan bisnis amal Muhammadiyah hampir dapat ditemukan di setiap sudut negara. Dapat dikatakan bahwa Muhammadiyah benar-benar sebuah organisasi Islam yang melekat dalam denyut kehidupan orang Indonesia. Masyarakat luas sangat mengenal Muhammadiyah melalui upaya amal seperti institusi pendidikan yang terdiri dari Sekolah Dasar hingga Pendidikan Tinggi, Rumah Sakit dan Poliklinik, Panti Asuhan, dan lainnya. Di seluruh negeri ada banyak sekali lulusan sekolah Muhammadiyah, termasuk Prof. Dr. Boediyono, Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014) termasuk lulusan Sekolah Dasar Muhammadiyah di Blitar. Ini adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan berbagai karya praktis yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Lantas siapa yang tidak kenal Muhammadiyah?

Muhammadiyah perlu diakui dan dipahami dari berbagai aspek yang tidak dapat dipisahkan dengan identitas gerakan Islam ini. Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912, atau 8 Dzulhijjah pada 1330 Hijriyah dengan Kiai Haji Ahmad Dahlan sebagai pendirinya. Sejak didirikan, Muhammadiyah telah melaksanakan misi dakwah untuk menyebarkan dan merealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat. Muhammadiyah juga melaksanakan misi tajdid untuk memperbarui pandangan dan cara-cara mempraktikkan Islam dalam kehidupan umat Islam sehingga Islam menjadi agama yang membawa kemajuan dalam kehidupan semua umat manusia di bumi. Dengan demikian kehadiran Muhammadiyah melalui dakwah dan misi tajdid dapat menghadirkan Islam sebagai berkah bagi alam semesta.

Muhammadiyah mengakui Islam sebagai prinsip gerakan. Pada saat yang sama, Islam menjadi dasar dan pedoman hidup. Dengan mempraktikkan Islam dalam aspek iman, ibadah, moral, dan mu’amalah-dunyawiyah. Dengan demikian itu bisa membawa kebahagiaan ke kehidupan di dunia dan akhirat. Maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah menegakkan ajaran Islam menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sejati. Dengan komunitas Islam yang diwujudkan oleh Muhammadiyah, dalam kehidupan manusia yang lebih luas dapat direalisasikan apa yang disebut Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, kehidupan yang serba guna di bawah naungan Ilahi.

Muhammadiyah adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dengan pengalaman lama seabad, ia telah menjadi organisasi Islam yang sangat besar ion di Indonesia. Muhammadiyah bahkan dikenal sebagai organisasi Islam modern terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia (Madjid, 1999; Peacock, 1978, 1986). Oleh karena itu dalam hal kualitas, diukur dari sistem organisasi modern; upayanya untuk amal dalam bidang pendidikan, kesehatan, layanan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat; serta dari kemajuan pemikirannya dan karya perintisnya dalam reformasi; dan melihat pekerjaan sosial dan nasionalnya dapat dikatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, terutama dalam hal kualitas dan sistem organisasinya. Parameter dalam hal kualitas sama pentingnya bagi masyarakat Indonesia. Sehingga tidak harus bangga dengan kuantitas semata sementara rakyat lemah dan tertinggal. Pujian tentang Muhammadiyah ini adalah bentuk rasa terima kasih kepada Allah, bukan sebagai bentuk sombong dan sombong. Serta penghargaan atas peran dan pengabdian para pionir dan penerus gerakan Muhammadiyah dalam menjalankan misi misionaris dan tajdid demi kejayaan rakyat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Muhammadiyah lahir, tumbuh, dan dikembangkan dengan perjuangan yang dinamis antara pasang surut dan melalui banyak kendala dan tantangan. Pendirinya Kiai Haji Ahmad Dahlan, yang, ketika ia masih muda dikenal sebagai Muhammad Darwis telah mendirikan Muhammadiyah dengan teman-teman dan teman-temannya, benar-benar dihadapkan dengan banyak oposisi. Di desa Kauman Yogyakarta, tempat kelahiran organisasi Islam ini, ada banyak kendala yang dihadapi oleh Kiai Dahlan dan gerakan Muhammadiyah yang ia dirikan. Muhammadiyah dianggap sebagai “agama baru” karena membawa gagasan reformasi (tajdid) yang belum dikenal pada waktu itu di kalangan umat Islam yang pemikirannya masih sangat kaku (konservatif, tradisional).

Kiai Dahlan dan reformasi generasi awal Muhammadiyah seperti menyelaraskan arah kiblat, memperkenalkan sistem pendidikan Islam modern, memelopori taman perpustakaan dan gerakan literasi ilmiah, mendirikan organisasi Islam perempuan bernama Aisyiyah, mendirikan rumah sakit atau poliklinik dan lembaga layanan sosial, dan memperbaiki pemahaman yang salah tentang Islam yang mencakup syirik, takhayul, bid’ah, dan khurafat. Kiai Dahlan bahkan dianggap “kafir” atau menyimpang dari Islam karena ia memperkenalkan gagasan reformasi. Padahal pendiri Muhammadiyah sebenarnya mengundang umat Islam untuk kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang sejati dengan mengembangkan ijtihad untuk membawa Islam untuk menjawab masalah dan tantangan zaman.

Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan reformasi Islam. Kehadiran Muhammadiyah sebagai gerakan reformasi Islam (tajdid fil-Islam) sering dikaitkan dengan gerakan tajdid lain di dunia Islam sebelumnya yang dipelopori oleh Ibn Taymiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Ahmad Khan, Syekh Waliyullah, dan lainnya. Gaya reformasi Islam kuat dalam pemurnian Islam (purifikasi), beberapa berorientasi pada reformasi itu sendiri (dinamisasi), terutama di bidang pemikiran dan perkembangan Islam. Kiai Dahlan menyerap pemikiran reformasi Islam. Tetapi pendiri Muhammadiyah memiliki perbedaan yang tidak dimiliki oleh para reformis Islam sebelumnya (mujadid). Ahmad Dahlan memperkenalkan hal-hal yang sama sekali baru seperti reformasi gerakan perempuan Islam untuk bergerak di ruang publik, yaitu Aisyiyah (1917) serta lahirnya lembaga sosial Islam baru seperti lembaga pendidikan modern, lembaga layanan kesehatan dan sosial, kepanduan gerakan, dan pendekatan dakwah budaya yang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia atau khususnya masyarakat Yogyakarta pada waktu itu.

Karakter Muhammadiyah sebagai gerakan reformasi tidak hanya sebagai gerakan pemurnian tetapi juga kuat dalam reformasi (dinamisasi) serta moderat (wasithiyah), yang berbeda dengan gerakan reformasi Islam di Timur Tengah. Oleh karena itu Muhammadiyah berbeda dari gerakan Islam di negara-negara Arab, sehingga benar-benar salah jika ada yang menyebut Muhammadiyah sebagai Wahabbi, pandangan Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahhab di Arab Saudi. Muhammadiyah moderat dalam reformasi dan orientasi gerakannya, dan didasarkan pada masyarakat dan negara Indonesia, sehingga penampilannya damai dan toleran sambil membawa kemajuan. Muhammadiyah bukanlah organisasi yang ganas dalam dakwah, tetapi juga tidak tradisional, sehingga dapat disebut sebagai organisasi Islam moderat progresif.

Muhammadiyah juga memainkan peran historis yang penting dalam gerakan kebangkitan nasional dan perjuangan untuk kemerdekaan. Gerakan kepanduan Hizbul Wathan (1918) menunjukkan gerakan patriotik dan nasionalis, yang lahir dari hati seorang pemuda bernama Sudirman yang juga pelopor perang gerilya dan Bapak Tentara Nasional Indonesia. Ro Aisyiyah le di Kongres Perempuan pada tahun 1928 juga menjadi tonggak kebangkitan perempuan Indonesia. Demikian juga, karya rintisan Majalah Soeara Moehammadijah (SM) pada tahun 1915 yang pada tahun 1923 memperkenalkan penggunaan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia bahkan sebelum tahun 1928, Deklarasi Sumpah Pemuda (Sumpah Pemuda) sangat monumental dalam meletakkan fondasi Indonesia. Pekerjaannya membangun masyarakat pasca kemerdekaan dalam berbagai fase pemerintahan juga tidak terhitung, sehingga menjadi gerakan Islam dan nasionalis sejati. Di Indonesia Timur, Muhammadiyah memiliki peran besar dalam memajukan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat sehingga menunjukkan dirinya sebagai gerakan majemuk melalui praktik nyata tanpa retorika dan kata-kata belaka.

Demikian juga dalam memperbaharui pikiran kaum Muslim dan rakyat Indonesia untuk menjadi progresif, benar-benar merupakan jejak sejarah perjuangan Indonesia yang mahal. Peran Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah sejak didirikan pada tahun 1917 sangat besar, termasuk mengambil bagian dalam memelopori Kongres Perempuan pertama pada tahun 1928. Juga dicatat peran Kiai Mas Mansur sebagai Tokoh Empat Senar dengan Sukarno, Moehammad Hatta, dan Ki Hadjar Dewantara selama perjuangan pendudukan Jepang. Dalam momen yang paling menentukan juga peran Ki Bagus Hadikusumo yang meletakkan dasar poin ‘Tuhan Yang Maha Esa dalam perjuangan untuk Indonesia merdeka yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Bagian kiprah Muhammadiyah ini menunjukkan bukti Islam modern. Gerakan yang dipelopori oleh Muhammadiyah yang sangat menentukan perjuangan umat Islam dan Indonesia di awal abad ke-20 hingga Indonesia menjadi merdeka dan pascakemerdekaan hingga saat ini. Oleh karena itu Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan, dari keberadaan dan perjuangan Islam di Indonesia dan perjuangan Indonesia dari pendiriannya sampai sekarang dan di masa depan.

Organisasi Islam Tertua di Indonesia

Oleh karena itu penting untuk memahami sejarah, keberadaan, kelahiran, perkembangan, karakter, dan setiap detail Muhammadiyah dalam berbagai aspek baik untuk orang-orang Muhammadiyah dan mereka yang ingin lebih mengenal Muhammadiyah sebagai gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana Muhammadiyah lahir, apa sifat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, bagaimana hubungan Muhammadiyah dengan gerakan reformasi Islam di dunia Islam lainnya, apa posisi Muhammadiyah dalam konteks Islam Indonesia, bagaimana dengan komunitas Islam sejati itulah tujuan Muhammadiyah, bagaimana karakter Muhammadiyah dibandingkan dengan gerakan Islam lainnya, bagaimana menggambarkan gerakan Aisyiyah dan organisasi otonom lainnya sebagai komponen strategis dalam naungan organisasi Muhammadiyah untuk mewujudkan tujuan gerakan Islam yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan. Memahami dan mempelajari Muhammadiyah benar-benar merupakan bagian penting dalam proses belajar tentang sejarah umat Islam dan perjuangan rakyat Indonesia yang tak berkesudahan. Bagi generasi muda Muslim, mempelajari Muhammadiyah sebagai subjek di kelas (Kemuhammadiyahan) adalah sesuatu yang perlu diarusutamakan untuk memahami sejarah bangsa bersama dengan Muhammadiyah sebagai agen reformasi nasional di Indonesia, sehingga Islam progresif membawa rahmatan lil-‘alamin bisa diwujudkan.

Pemerintah Menghapus Beberapa Organisasi Masyarakat
djfaroff

Pemerintah Menghapus Beberapa Organisasi Masyarakat

Pemerintah Menghapus Beberapa Organisasi Masyarakat – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengadakan Konferensi Pers dengan tema “Gugat Perppu Menolak Rezim Anti-Islam yang Menindas”. Dalam konferensi pers, HTI menolak isu Peraturan Pemerintah Pengganti Hukum yang dikenal sebagai Perppu, dengan asumsi Pemerintah tidak berdasar untuk mengeluarkan Perppu No.02 tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (OMS), karena ada undang-undang dan peraturan yang telah ditetapkan yaitu UU No.17 tahun 2013 dan menyatakan pelanggaran HAM untuk HTI.

Pertanyaannya adalah mengapa HTI gelisah. Penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPPU) No. 02 tahun 2017 tentang amandemen Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (OMS), memiliki landasan kuat bagi Pemerintah untuk bertindak tegas dalam mendisiplinkan OMS yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pertama, tindakan pemerintah sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 139 / PUU / VII tahun 2009 bahwa Presiden dapat mengeluarkan Perppu atas dasar keberadaan keadaan yang memerlukan atau mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum. masalah dengan cepat di bawah UU. Kedua, karena aturan hukum yang tidak memadai, Perppu dapat dikeluarkan untuk memberikan solusi untuk menghindari kekosongan hukum. Ketiga, Perppu dapat dikeluarkan jika kekosongan hukum tidak dapat diatasi dengan membuat undang-undang baru. Ketiga pertimbangan tersebut menjadi dasar Pemerintah untuk menerbitkan Perppu Nomor 02 Tahun 2017.

Pemerintah Menghapus Beberapa Organisasi Masyarakat

Dalam Perppu, mereka hanya ingin menegaskan dalam pasal 59. (1) OMS dilarang, (a) Menggunakan nama, simbol, bendera atau atribut yang mirip dengan simbol, simbol, bendera, atau atribut lembaga pemerintah; (B) Penggunaan nama, lambang, bendera negara lain atau lembaga atau badan internasional secara tidak sah menjadi simbol, simbol, atau bendera KSM; Dan / atau (c) Menggunakan nama, simbol, bendera, atau tanda gambar yang memiliki padanan yang sama atau substansial dengan nama, simbol, bendera atau tanda CSO atau partai politik lainnya. (2) OMS dilarang, (a) Menerima atau memberi sumbangan kepada pihak mana pun dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan; Dan / atau (3) Mengumpulkan dana untuk partai politik. (3) OMS dilarang, (a) Melakukan tindakan bermusuhan terhadap suatu suku, agama, ras, atau kelas; Menyalahgunakan, mencemarkan nama baik, atau menghujat agama yang dianut di Indonesia; (C) Melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketertiban atau ketenangan publik, atau merusak fasilitas publik dan fasilitas sosial; Dan / atau (d) Melakukan kegiatan yang merupakan tugas dan wewenang penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) OMS dilarang, (a) Menggunakan nama, simbol, bendera, atau simbol organisasi yang memiliki kesamaan atau secara keseluruhan dengan nama, simbol, bendera atau simbol organisasi organisasi separatis atau organisasi terlarang; (B) terlibat dalam kegiatan separatis yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia; Dan / atau (c) Mematuhi, mengembangkan, dan menyebarkan ajaran atau pemahaman yang bertentangan dengan Pancasila. idnslot

Jika memang dalam organisasi, HTI tidak melanggar peraturan yang diatur mengapa harus gelisah dan gelisah. Apa itu ideologi HTI justru bertolak belakang dengan Pancasila, dengan menganggap sikap Pemerintah sebagai yang sewenang-wenang dan tidak konsisten dengan cita-cita reformasi, dan bahkan menganggap Pemerintah terpapar pada sindrom Islamofobia.

Pada dasarnya, Pemerintah lebih bersemangat untuk bertindak tegas terhadap kegiatan 344.039 OMS di Indonesia, jika ada kegiatan OMS yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Eksploitasi baru ini bukan tindakan penyalahgunaan Pemerintah dan tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan Organisasi Islam atau melukai umat Islam. Perppu juga tidak dimaksudkan untuk membatasi CSO. Penerbitan Perppu hanyalah mata untuk mempertahankan kesatuan bangsa dan mempertahankan eksistensi bangsa, sehingga meminta masyarakat untuk menerima sikap Pemerintah dengan pertimbangan yang jelas, bijak dan matang.

Pertimbangan Pemerintah untuk mengeluarkan Perppu tentang OMS pada dasarnya didasarkan pada perlindungan ideologis Pancasila yang bersifat final dan sebagai bukti kehadiran Negara untuk menjaga toleransi dan pluralitas dalam menegakkan basis ideologis Pancasila. Negara juga perlu melindungi seluruh bangsa dan memberikan rasa aman bagi semua warga negara. Arti dari penggunaan lima sila dalam Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Kesatuan Indonesia, Rakyat yang dipimpin oleh kebijaksanaan kebijaksanaan dalam musyawarah / representasi, dan sosial Keadilan bagi semua rakyat Indonesia digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana setiap perilaku rakyat dan Negara Indonesia harus sesuai dengan Pancasila. Ini adalah dasar bagi Pemerintah sebagai pengelola negara untuk mengekang organisasi-organisasi massa yang masih berusaha mengubah atau mengganti Pancasila sebagai landasan Negara Indonesia.

Bapak Pendiri bangsa ini juga telah mencurahkan segala bentuk energi dan pemikiran serta ideologi dan nilai-nilai iman untuk mengonseptualisasikan dasar Negara yang mengatur administrasi negara di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan dan mencakup semua elemen kehidupan nasional Dan negara Indonesia, tanpa mengurangi diskriminasi terhadap Suku, Agama, Ras, Adat dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dari Sabang ke Merauke yaitu PANCASILA. Ideologi dasar bagi Negara Indonesia adalah Pancasila, sebuah rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersifat final bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sasaran penerbitan Perppu secara lebih konkret adalah penyelesaian masalah diseminasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila dengan ideologi lain, baik dengan mengusung konsep Daurah Islamiyah Negara melalui penegakan Khilafah serta konsep menghidupkan kembali. ideologi komunis yang sangat kontradiktif dan mengkhianati Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah yang tegas dalam menghadapi ormas anti-Pancasila dan ormas yang tidak toleran merupakan bentuk ketegasan negara terhadap segala indikasi yang dapat mengancam integritas konstitusional NKRI. Alih-alih diarahkan oleh Pemerintah sebagai anti-agama, Neoliberalisme malah menuduh atau bahkan menuduh Komunis. Selain itu, fondasi fundamental untuk melindungi toleransi dan pluralisme bangsa adalah menggiling Pancasila sebagai fondasi dan filosofi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, setiap OMS yang merupakan organisasi yang dibentuk dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, wasiat, kebutuhan, kepentingan, Kegiatan dan tujuan harus didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

Menteri Dalam Negeri Indonesia Tjahjo Kumolo menjelaskan dalam pemerintahan akan membubarkan beberapa organisasi massa lain dalam waktu dekat. Ia mengatakan, bukan organisasi massa yang berskala nasional.

Tjahjo menyatakan pemerintah telah memantau kegiatan organisasi massa itu beberapa kali. Pemerintah meyakini beberapa organisasi massa melakukan kegiatan radikal.

“Kami telah memantau selama sekitar dua tahun dan sudah tahu tentang organisasi massa yang di daerah itu (radikal). Ini belum berskala nasional dan banyak dari mereka adalah organisasi kecil,” kata Tjahjo kepada wartawan di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. , Kamis (10 Agustus).

Menurutnya, informasi tentang ormas itu dikumpulkan dari Direktorat Jenderal Politik dan Administrasi Publik Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, sejumlah informasi dari kepolisian dan kejaksaan juga menunjukkan hal serupa.

Pemerintah Menghapus Beberapa Organisasi Masyarakat

“Tetapi kami tidak dapat membuka informasi tentang organisasi massa yang termasuk dalam kategori kami karena kami membutuhkan data yang lebih akurat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan, bentuk organisasi massa yang direncanakan akan dibubarkan memiliki kontra ideologi terhadap negara. Dia juga mengatakan itu tidak terkait dengan agama.

Pengganti undang-undang (Perppu) No.2 / 2017 tentang Organisasi Massa ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 10 Juli. Undang-undang ini memberi pemerintah wewenang untuk membubarkan sebuah organisasi tanpa proses hukum. Juga melarang organisasi untuk mengadopsi dan menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Front Pembela Islam Melunakkan Retorikanya
djfaroff

Front Pembela Islam Melunakkan Retorikanya

Front Pembela Islam Melunakkan Retorikanya – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) yang bernama Sorbi Lubis dikenal oleh orang sebagai pemimpin yang menggunakan kekerasan terhadap kelompok minoritas di agama Islam seperti Ahmadiyah, Syiah, Muslim Liberal, bahkan sampai pada titik genosida. Dia juga menargetkan komunitas LGBT, dan umat Kristen berencana untuk membangun gereja di daerah-daerah di mana Muslim membentuk mayoritas. Pidato lisannya sering termasuk pidato kebencian yang kejam, yang menimbulkan ketakutan bahwa lawan-lawannya adalah ancaman eksistensial. Dia telah bertindak sejauh ini sebagai tugasnya untuk membawa kematian orang-orang yang dia targetkan, mengklaim bahwa membiarkan mereka hidup akan mengarah pada kehancuran Islam dan komunitas Muslim Indonesia.

Sejak kelompok ini didirikan pada tahun 1998, FPI telah melakukan ratusan serangan terhadap kelompok yang dianggapnya ‘menyimpang’ atau ‘berdosa’. Frekuensi dan intensitas serangan FPI telah menurun sejak 2014, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerapkan kebijakan yang lebih keras. tentang ekstremis daripada pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2016, FPI bergerak menuju arus utama politik, memainkan peran utama dalam demonstrasi Aksi Bela Islam (11 Juli, 4 November dan 2 Desember). Peristiwa ini membantu menghilangkan gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dari pemilihan gubernur 2017.

FPI telah melunakkan retorikanya untuk memperluas basisnya. Tren ini terlihat jelas pada sebuah acara yang disebut ‘Kesiapsiagan umat Islam Yogyakarta menyambut Kota Yogya sebagai serambi Madinah’ (komunitas Muslim Yogyakarta mendeklarasikan Yogya sebagai beranda Madinah), yang diadakan di masjid Danunegara di Yogyakarta pada 11 Februari 2018. Pada acara ini, saya mendengar pidato dari Lubis dan para pemimpin kelompok pemuda Muhammadiyah Yogyakarta (Pemuda Muhammadiyah, PM), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) yang konservatif. idn slot online

Front Pembela Islam Melunakkan Retorikanya

Isi dan nada pidato dibatasi oleh standar FPI. Tidak ada suruhan untuk membunuh kaum minoritas, atau melarang mereka berorganisasi. Sebaliknya Lubis berfokus pada tema-tema yang kurang ekstrim: perintah Al-Qur’an untuk ‘memerintahkan yang baik dan melarang yang jahat’ (amar bi al-ma’ruf wa nahi ‘al-munkar) dan posisi FPI dalam masyarakat Muslim Indonesia. Nada suaranya, sering melengking dan keras, tenang dan terukur. Dia memproyeksikan kepribadian seorang pemimpin yang mapan, bukan agitator penghasut.

Tidak ada novel tentang sebutan ‘Beranda Madinah’, karena telah digunakan untuk menggambarkan Yogyakarta dan provinsi Indonesia lainnya setidaknya sejak 2012. Madinah dianggap oleh umat Islam sebagai kota Muslim paling suci kedua karena Nabi Muhammad berlindung di sana untuk menghindari penganiayaan di Mekah pada 622 M. Dengan menyebut Yogyakarta sebagai beranda Madinah, FPI berusaha mengklaim bahwa kota tersebut memiliki karakter Islam yang unik.

Madinah memiliki sejumlah makna simbolis penting dalam hal politik Islam. Kota ini disebut sebagai negara Islam pertama oleh banyak orang, meskipun beberapa Muslim lebih mementingkan konstitusinya, Piagam Madinah, yang menetapkan kota itu sebagai negara Muslim dan di mana kebebasan agama dijamin. FPI yang merupakan kelompok konservatif dan Islamis, umumnya sangat menjunjung identitas pertama. Kalau menurut muslim progresif dan tradisionalis Jawa, konstitusi adalah warisan utama kotanya.

Di masjid Danunegara, Lubis menggambarkan Yogya sebagai kota:

‘Dilanda dosa: alkohol, narkotika, seks bebas, pelacuran, pornografi, dan LGBT. Ini adalah senjata yang digunakan Barat untuk menghancurkan Islam. Banyak orang tidak mengerti bahaya dosa; mereka mencari berkat tetapi mentolerir dosa. Mereka adalah mayat yang berjalan. Gangster mabuk berkumpul di dekat masjid dan komunitas takut untuk menghadapi mereka. Polisi, pemerintah dan bahkan tentara takut. Anak-anak mati karena overdosis dan mereka takut. Polisi dapat menyita satu ton narkotika setiap hari, tetapi mereka hanya menemukan satu gram. Indonesia adalah republik mafia yang korup. ‘

Lubis menegaskan bahwa gerakan nasional menentang dosa masih kurang. Satu-satunya oposisi, menurutnya, datang dari beberapa pengkhotbah dan cendekiawan yang tersebar. Rencana aksi FPI diperlukan, lanjutnya, untuk memerangi dosa dan menjadikan Indonesia negara yang taat hukum. Lubis melanjutkan untuk menguraikan rencananya, mengusulkan:

‘Investigasi sistematis terhadap dugaan dosa ilegal. Langkah pertama adalah mengajukan laporan polisi. Apakah masyarakat mentolerir tindakan berdosa? Jika masyarakat mentolerir tindakan itu, FPI akan memerintahkan yang baik dengan mengirimkan pengkhotbah. Jika tidak, maka FPI akan melarang adanya tindak kejahatan, yang dimulai dari investigasi dan juga laporan polisi yang berdasarkan dengan fakta yang telah terbukti.

Jika polisi gagal bertindak, FPI akan melakukan dialog dengan para pemasok dosa dan menetapkan tenggat waktu untuk menghilangkannya. Jika setelah seminggu atau bahkan sebulan, dosa belum berhenti, FPI akan mengambil tindakan. Pada awalnya ini akan menjadi demonstrasi yang sepenuhnya damai. Lalu, jika dosa terus berlanjut, kita akan menghancurkannya! ‘

Lubis mengulangi frasa terakhir ini tiga kali, secara bertahap naik volumenya, dengan nada yang semakin melengking. Lubis menggambarkan FPI sebagai bagian integral dari komunitas Muslim Indonesia yang lebih besar. Dia telah menyatakan:

‘Nahdlatul Ulama memiliki banyak sarjana dan sekolah yang bagus. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, dari taman kanak-kanak hingga universitas, Wahdah Islamiyah (gerakan Salafi berbasis di Sulawesi) juga memiliki sekolah dan pesantren, demikian juga Hidayatullah (organisasi Salafi yang berbasis di Kalimantan). Dewan Dakwah Indonesia mengirim utusannya untuk membawa agama islama kepada orang-orang yang berada di sana. Semua ini bagus. Ini adalah perintah yang baik (amar bi al-ma’ruf). Hanya FPI yang bisa melarang adanya tindakan kejahatan (nahi ‘an al-munkar). Kita semua adalah bagian dari tubuh yang sama. FPI adalah bagian yang hilang.

Lubis menyimpulkan dengan memanggil hadirin untuk bergabung dalam perjuangan melawan dosa. Dia memperingatkan para pendengar bahwa ini bisa sulit dan bahwa mereka mungkin masuk penjara karena upaya mereka. Namun, penjara Indonesia tidak seburuk itu, lanjutnya, karena mereka memberikan banyak kesempatan untuk berdoa dan belajar.

Front Pembela Islam Melunakkan Retorikanya

Audiens yang skeptis

Pidato Lubis adalah bagian dari upaya untuk menjadikan FPI lebih utama. Sementara itu menampilkan ancaman implisit dan nada kekerasan, itu jelas merupakan langkah mundur dari retorika ekstremis yang ia dan para pemimpin FPI lain telah gunakan di masa lalu. Namun, Lubis tidak mengakui ancaman sebelumnya terhadap minoritas, atau mengesampingkan kembalinya konfrontasi dengan kekerasan terhadap musuh-musuh yang dianggap musuh Islam. Namun, ia mengangkat tema lama FPI, dialog. Grup menggunakan istilah ini dengan cara yang berbeda. Dialog bukanlah diskusi sopan tentang perbedaan yang ditujukan untuk rekonsiliasi dan pembangunan konsensus. Pendekatan FPI terhadap dialog bersifat konfrontatif, terdiri dari ultimatum dengan ancaman kekerasan tersirat dalam kasus ketidakpatuhan. Jika pihak yang menerima ultimatum mengajukan pertanyaan sebagai tanggapan, ancaman dari FPI meningkat. Ketika berbicara tentang dialog, Lubis masuk ke dalam retorikanya yang biasa, mengancam akan ‘menghancurkan dosa’ jika dialog dan demonstrasi gagal menghasilkan hasil yang diinginkan.

Lubis diterima dengan sopan, meskipun dengan dingin. Masjid itu jauh dari penuh dan banyak orang kurang memperhatikan. Banyak yang tidak menganggap penggambaran Lubis tentang Yogyakarta sebagai kota dosa. Masjid Danunegara adalah masjid Muhammadiyah. Para tetua masjid dan pemimpin pemuda memberikan jaminan bahwa Lubis berbicara untuk dirinya sendiri dan FPI, tetapi tidak untuk Muhammadiyah. Banyak di antara hadirin tidak percaya bahwa Lubis atau FPI telah berubah. Seperti yang diamati oleh satu penonton: “Mereka selalu menjadi penjahat dalam jubah dan masih tetap seperti itu.” Ini meringkas kemunafikan yang diidentifikasi secara luas dalam FPI – anggota kelompok itu mengenakan jubah gaya Arab, menunjukkan kesalehan dan kemurnian, tetapi pada kenyataannya dianggap sebagai gangster kekerasan.

Benci pidato telah menjadi taktik pilihan FPI sejak didirikan dua dekade lalu. Ini telah berulang kali menjelek-jelekkan minoritas, dan menggunakan serangan kekerasan tetapi tidak mematikan sebagai alat mobilisasi politik. FPI menggunakan pidato kebencian untuk menargetkan individu atau kelompok, mendefinisikan mereka sebagai ancaman eksistensial terhadap Islam, sehingga mempromosikan dan membenarkan kekerasan. Dengan perubahannya untuk memfokuskan pada konsep abstrak tentang dosa, daripada kelompok-kelompok tertentu, ucapan kebencian kelompok kehilangan banyak kekuatannya. Mungkin benar bahwa dengan memusatkan perhatian pada dosa, FPI mungkin telah kehilangan sebagian kapasitasnya untuk menginspirasi rasa takut dan mempromosikan kekerasan. Jika ini masalahnya, kelompok itu mungkin gagal dalam upayanya untuk menjadi kekuatan politik utama, karena ia tidak punya apa-apa selain ketakutan untuk ditawarkan.

Terlepas dari nada Lubis yang lebih moderat, FPI tidak meninggalkan gaya dialognya yang konfrontatif. Pada 16 Maret 2018, delegasi FPI mengunjungi kantor Tempo, salah satu outlet berita mingguan paling berpengaruh di Indonesia, untuk memprotes kartun editorial yang mereka yakini sebagai penghinaan terhadap pemimpin FPI Habib Rizieq. Mereka jauh lebih tidak sopan daripada Sorbi Lubis di Yogyakarta. Anggota delegasi FPI menggedor meja dan melemparkan botol air. Ketika pemimpin redaksi Tempo, Arif Zulkifli mencoba berbicara kepada kerumunan pendukung FPI yang menunggu di luar kantornya, mereka melemparkan botol ke arahnya. Seseorang mengambil kacamatanya dan melemparkannya ke kerumunan, mengingatkan orang Indonesia tentang FPI garis keras yang lama.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat
djfaroff

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka – 1.Masa Awal Pergerakan Nasional

a. Boedie Oetomo

Orgaisasi masyarakat yang satu ini adalah organisasi dalam pergerakan nasional yang pertama kali didirikan karena tuntutan dalam memajukan rakyat pribumi khususnya di pulau Jawa pada bidang pendidikan dan juga kebudayaan. Di tahun 1906 dan tahun 1907 Wahididn Sudirohusodo menggelar acara perjalanan ke seluruh Pulau Jawa dalam rangka mengingatkan pentingya perluasan pengajaran yang menjadi salah satu langkah dalam memajukan kehidupan rakyat. idn slot

Akhir tahun 1907, dia sampai di Jakarta dan bertemu deangan para pelajar STOVIA( School Tot Opleiding Voor Indische Artsen = Sekolah Dokter Pribumi).

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka

Dan disitulah Wahidin brtemu dengan Soetomo untuk membicarakan nasib rakyat yang kurang mendapat perhatian bidang pendidikan. Dari pembicaraan tersebutlah kedua tokoh ini melahirka gagasan membentuk organisasi Boedi Oetomo.. Oleh karena itu, pada tanggal 20 Mei 1908, dibentuklah organisasi Boedi Oetomo. Sebagai ketuanya terpilih Soetomo. Selain Soetomo, tokoh pendiri Boedi Oetomo lainnya adalah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T.A Tirtokusumo. Tujuan didirikannya Boedi Oetomo semula untuk mencapai kemakmuran yang harmonis bagi nusa dan bangsa. Akan tetapi, azas perjuangannya hanya terbatas hany untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan Jawa.

Sampi tahun 1915, Boedi Oetomo dapat dipandang sebagai organisasi pergerakan social budaya. Namun, dalam prakteknya keadaan telah membawa organisasi ini melakukan tindakan politik. Boedi Oetomo mulai terjun dalam bidang politik dan resmi menjadi bagian dari organisasi politik PPPKI ( Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) pada tahun 1920. Pada tahun 1935Boedi Oetomo mulai terjun pada bidang politik dan resmi masuk ke dalam organisasi politik PPPKI ( Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) di tahun 1920. Di tahun 1935 Boedi Oetomo dengan organisasi PBI bergabung kedalam organisasi Parindra ( Partai Indonesia Raya).

b. Sarekat Islam

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka

Organisasi ini didirikan sejak tahun 1911 oleh H.Samanhudi di Solo. Tujuan dibentuknya Sarekat Islam ini yaitu dapat membela kepentingan dari para pedagang Indonesia dikhususkan pedagang Islam dari ancaman para pedagang Cina. Di tahun 1911, Sarekat Dagang Islam yang berubah menjadi Sarekat Islam. Tokoh-tokoh Sarekat Islam antara lain H. Agus Salim, Abdul Moeis, Suryopranoto, dan H.O.S Tjokroaminoto. Pemimpin Sarekat Islam yang terkemuka, yaitu H.R. Tjokroaminoto dalam pidatonya pada tanggal 26 Juni 1913, menegaskan bahwa Sarekat Islam tidak bersifat politik. Tujuan utama Sarekat Islam adalah menghidupkan jiwa dagang bangsa Indonesia dan memperkuat ekonominya agar dapat menghadapi persaingn dagang dengan bangsa asing.

c. Indische Partij

Bersamaan dengan munculnya Sarekat Islam, pada bulan Desember 1912 dibentuklah organisasi yang dinamakan Indische      Partij. Organisasi ini mempunyai cita cita untuk mempersatukan semua golongan masyarakat Indonesia, yaitu golongan asli Indonesia (Pribumi), golongan Cina, golongan Indo-Arab, dan sebagainya.

2. Masa Radikal

a. Perhimpunan Indonesia Pelopor dari gerakan ini adalah para mahasiswa Indonesia di negri Belanda yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia.

Organisasi ini pada mulanya bernama sebagai Indische Vereeniging ( Perhimpunan Indonesia). Perhimpunan Indonesia didirikan di tahun 1908 sesudah berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Pada awalnya Indische Vereeniging hanyalah sebuah perkumpulan yang sifatnya sosio budaya dan kelompok keakraban dikarenakan semua orang Indonesia yang berada di Belanda merasa senasib pada daerah perantauan.

b.   Partai Komunis Indonesia (PKI)

Sekelompok kecil kaum Marxis Belanda yan tinggal di Indonesia mendirikan ISDV (Indische Social Demokratiche Vereniging ). Dari pihak Belanda, pendiri organisasi ini adalah Sneevliet, Bransteder, dan Dekker, sedangkan dari pihak Indonesia yang terkenal adalh Semaun. ISDV berusaha mencari kontak dengan Indische Partij dan Sarekat Islam untuk mendekati rakyat, tetapi tidak berhasil. Pilihannya jatuh pada Sarekat Islam yang mempunyai massa besar dan bersedia menerima pikiran-pikiran yang radikal.

Radikalisme kaum komunis mengakibatkan pemerintah mengusir orang-orang Belanda pendiri ISDV dari Indonesia. Pada bulan Mei 1920, organisasi itu diganti namanya menjadi Perserikatan Komunis Hindia. Pada tahun 1924, Perserikatan Komunis Hindia diubah lagi menjadi Partai Komunis Indonesia Pada tahun 1920, Partai Komunis Indonesia bergabung dengan Comintern (Comunist International ) yang merupakan Forum dan pusat eksekutif bagi pratai-partai komunis seluruh dunia.

c.   Partai Nasional Indonesia (PNI)

Lahirnya PNI pada tahun 1927, hakikatnya diilhami oleh Perhimpunan Indonesia. Tujuan PNI adalah untuk mencapai Indonesia merdeka dan asas perjuangannya adalah berdiri di atas kaki sendiri, non kooperatif, serta Marhaenisme.Sebaliknya, pemerintah colonial Belanda menjadi sangat khawatir terhadap bahaya yang mungkin muncul dari organisasi PNI. Pada tahun 1930, berkembang desas-desus yang berkembang dalam masyarakat bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan. Hal ini dijadikan alasan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk melakukan penggeledahan dan penangkapan  terhadap para aktifis PNI.

3. Masa Moderat

a. Perhimpunan Bangsa Indonesia

Kelanjutan Indonesische Studie Club di Surabaya adalah Perhimpunan Bangsa Indonesia (PBI). PBI didirikan pada awal tahun 1931 dan diketuai Dr. Soetomo. Tujuan PBI adalah mencapai kedaulatan bangsa dan tanah air yang sempurna. Untuk itu, perlu dikembangkan lapangan kerja, kerajinan, pergerakan koperasi, pengajaran dan pendidikan, kebudayaan, kesehatan jasmani dan rohani, serta ilmu pengetahuan. Pada tahun 1935, PBI berfusi dengan Boedi Oetomo, dan bergabung ke dalam organisasi Partai Indonesia Raya (Parindra).

b. Partai Indonesia Raya (Parindra)

Tokoh Parindra yang banyak memperjuangkan nasib rakyat melalui Volksraad adalah M.H. Thamrin.  b. Partai Indonesia Raya (Parindra) Tokoh Parindra yang banyak memperjuangkan nasib rakyat melalui Volksraad adalah M.H. Thamrin.

Organisasi ini didirikan di tanggal 25 Desember  1935 dan berada di bawah kepemimpinan Dr. Soetomo. Parindra adalah fusi antara Boedi Oetomo., Persatuan Bangsa Indonesia, Partai Selebes, Serikat Sumatra, dan Tirtayasa. Azas Parindra adalah berdasrkan nasionalisme Indonesia Raya dan bertujuan mencapai Indonesia mulia dan sempurna , berhaluan koprasi tapi bercorak oportunis .Parindra telah sukses membentuk organisasi para buruh petani,  Bank Nasional Indonesia ( Surabaya ) , dan Organisasi Pemuda Surya Wirawan. Dan di pertengahan bulan November 1949, Parindra telah dihidupkan kembali sesuai dengan jiwa patriotisme , kerakyatan , dan keadilan social .

c . Gabungan Politik Indonesia  ( GAPI )

Organisasi yang satu ini merupakan organisasi hasil gabungan dari  Parindra , Gerindo , Persatuan Minahasa , Partai Islam Indonesia , Partai Katolik Indonesia , Pasundan dan PSII. Karena hal ini, membuktikan bahwa terdapat dorongan dari dalam unyuk keinginan membentuk wadah bersama dengan upaya memobilisasikan kekuatan massa, sedangkan dorongan yang berawal dari luar seperti ancaman perang yang akan segera datang karena Jepang sudah bergerak ke selatan .

d. Jong Java Pada tanggal 7 maret 1915, golongan muda sepakat untuk mendirikan satu organisasi pemuda yang berfungsi sebagai tempat latihan bagi calon pemimpin bangsa atas dasar kecintaan pada tanah airnya. Organisasi tersebut diberi nama Trikoro darmo yang berarti tiga tujuan mulia.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat
djfaroff

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat – Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Suatu organisasi terdiri dari berbagai macam kepentingan, karakter dan watak manusia yang saling berbeda satu sama lain. Kepentingan , karakter dan watak itulah yang membentuk sifat masing-masing orang.

Namun semua itu juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana mereka tinggal. bet88

Suatu organisasi memerlukan suatu loyalitas kerja masing-masing anggotanya terutama dalam bentuk profesionalitas kerja.

Dalam hal ini profesionalitas yang dimaksud adalah mengerjakan tugasnya di dalam organisasi sesuai dengan peran, fungsi dan tanggung jawab yang telah diterimanya.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Selama pengalaman dalam berorganisasi secara umumnya bertemu orang-orang yang memiliki karakter bermacam-macam.

Baik atau tidaknya karakter tergantung kalian yang tentukan, artikel ini hanya akan mengulas beberapa karakter itu berdasarkan pengalaman.

1. Tipe Ekor (Hanya ingin ikut teman)

Sebagai tipe ini, orang akan mendaftar di organisasi jika teman yang dikenalnya masuk mendaftar juga di organisasi tertentu. Biasanya alasannya supaya tidak malu malu atau lebih percaya diri karena sudah punya teman yang dikenal, meskipun sebenarnya kalau masuk organisasi akan punya teman atau kenalan yang banyak. Jenis yang parah dari tipe ini adalah, ketika temannya keluar dari organisasi dia juga ikut keluar.

2. Tipe friendly and easy going (Ingin menambah teman)

Sebagai tipe ini, tak peduli berapa teman yang Ia miliki, Ia akan tetap menambah teman dengan mendaftar organisasi. Ini salah satu tujuan dari organisasi sebenarnya.

Tipe ramah seperti ini akan cepat beradaptasi dengan orang-orang di organisasi tersebut. Biasanya tipe ini salah satu jenis organisatoris yang akan aktif berkegiatan dan dapat diandalkan.

3. Tipe Hunter (Ingin cari pasangan)

Tipe ini biasanya tidak atau kurang nampak, karena jarang atau tidak mungkin orang akan terang-terangan mengatakan tujuannya berorganisasi adalah cari pacar.

 Tipe ini biasanya mereka yang sangat mendambakan kekasih, dan tak jarang ada yang menyeleksi diam-diam satu persatu orang-orang dalam organisasi yang pantas atau  menjadi pacarnya, dan biasanya seleranya tinggi seperti cantik atau cakep, berwibawa dan pintar.

4. Tipe Pencitraan (tau sendiri kan maksudnya)

Tau sedikit tapi bicaranya banyak, pernah nggak temui teman yang seperti itu? Bicaranya selangit dan teoritis tapi tidak membawa fakta dan hanya bermodalkan informasi sekilas angin tanpa tau benar atau tidaknya.

Terkadang tipe ini pemikirannya sempit, tidak bijaksana, egois, gampang emosian atau marah, dan hanya menganggap cuman dirinya yang benar.

Siapa sangka kata-kata nya yang dia ucapkan hanya obralan untuk sebuah pencitraan bahwa mereka adalah sang organisator kritis dan paling hebat, padahal hi hi hi (yang kayak gini sering saya dapatkan) tong kosong nyaring bunyinya.

5. Tipe panas-panas tahi ayam (panasnya setengah-setengah)

Tipe ini juga banyak, mungkin kata lainnya adalah untuk coba-coba (buat organisasi kok coba-coba) tipe ini mungkin bisa dikatakan belum mendapatkan hidayah atau makna organisasi sebenarnya.

Kadang masuk mendaftar organisasi, tapi pas di tengah jalan mengundurkan diri atau malah menghilang tak muncul dan tak berkabar.

Paling banya alasan dari tipe ini adalah faktor kemalasan, jenuh, organisasi yang kurang cocok, ada orang yang ia tak suka atau musuhi dalam organisasi tersebut,dll.

Tahap parah dari tipe ini yaitu kalau kebiasaan setengah-setengahnya berulang-ulang, misalnya mereka baru muncul lagi saat ada pemilihan dalam organisasi atau ada kegiatan seru yang sedang dilaksanakan. Ckckckckck. Jangan begitu yah!

6. Tipe Penguasa (hanya mau jabatan)

Tipe ini biasanya agak sedikit memiliki karakter tipe pencitraan. Biasanya pula Ia hanya ingin aktif karena mengejar sebuah kedudukan, karena baginya memegang jabatan dalam organisasi adalah pencapaian yang penting.

Yang hal parah dari tipe ini, jika Ia tidak mendapatkan jabatan tertentu atau mungkin tidak terpilih menjadi ketua dari suatu organisasi, Ia langsung menghilang dan meninggalkan organisasi tersebut, kemungkinan karena eksistensinya sudah berkurang.

7. Tipe penyebar jaring (punya banyak organisasi)

Tipe ini, seperti judulnya, adalah mereka yang mendaftar lebih dari satu organisasi bahkan mungkin sangat banyak.

 Positifnya, Ia akan mendapatkan kenalan dimana-dimana, memiliki kegiatan yang banyak.

Negatifnya, jika Tipe ini tidak memiliki kemampuan mengatur waktu ataupun kemampuan fisik yang baik, maka efek samping akan menyerang dirinya sendiri, misalnya terlalu lelah, semua urusan jadi berantakan, tidak fokus terhadap satu organisasi yang membuat dia tampak setengah-setengah dalam berorganisasi.

8. Tipe penistaan (selalu menyalahkan organisasi)

Jadi tipe ini kerjanya hanya menyalahkan organisasi terus, pokoknya salah terus..yang ada hanya mengganggu kepentingan pribadinya, berarti Ia juga tidak akan mendapatkan hidayah dan manfaat berorganisasi.

9. Tipe one is enough (yang penting ada)

Tipe ini bukan tipe yang buruk, tipe ini adalah mereka yang mendaftar hanya di satu organisasi saja.

Mungkin mereka berpikir satu saja cukup, atau hanya ingin fokus di satu bidang organisasi, ini tentu wajar, biasanya tipe ini memiliki loyal yang tinggi terhadap organisasinya.

Hanya saja ada juga dari tipe ini yang sebenarnya tidak menyukai berorganisasi, tapi karena sebuah alasan dia mendaftar saja salah satu organisasi yang penting ada.

Kehadirannya di organisasi pun biasanya sebatas listener, yang penting hadir dan tidak perlu banyak berkomentar dalam setiap pertemuan.

Dan terkadang tipe ini susah ditebak karena mungkin lebih pendiam jika dalam organisasi.

10. Tipe “Organisatoris Sejati”

Sebenarnya tidak ada kemutlakan dari penilaian yang mana sebenarnya organisatoris sejati. Hanya saja Saya mencoba merangkumkan yang mana bisa tergolong orang-orang yang baik dalam organisasi.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Seorang organisatoris sejati akan selalu menjaga lisan dan perbuatannya untuk dirinya dan organisasinya. Setiap pendapat yang dikeluarkan akan berusaha Ia pikirkan terdahulu.

Biasanya tipe ini memiliki wibawa yang baik, cerdas, dan memiliki teknik manajemen yang baik. Bisa memimpin dan juga bisa dipimpin, jauh dari zona-zona pencitraan dan pendapat yang menggebu-gebu.

Biasanya mereka adalah orang-orang yang berintegritas tinggi, yakni ucapan dan tindakannya selalu selaras. Selama Mereka terlepas dari sifat sombong, tipe ini akan disukai banyak orang dalam organisasi tersebut.

Tipe seperti ini, akan selalu aktif dalam setiap kegiatan organisasi, menyumbangkan tenaga dan pikiran atau kebutuhan organisasi lainnya.

Tipe seperti ini biasanya yang paling banyak diusung menjadi pemimpin organisasi karena eksistensinya yang bermanfaat dan menonjol.

Mereka juga akan sangat mencintai organisasinya, bahkan setelah mereka demisioner, bahkan juga jika sudah menjadi alumni tipe ini akan berkontribusi dalam bentuk kegiatan yang bisa melibatkan dirinya.

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia
djfaroff

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia – Tepat ditanggal 19 Juli di tahu 2017, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Hukum dan Ham dengan resmi membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia dengan mencabut hukum yang melindungi mereka. Pembubaran tersebut adalah suatu tindak lanjut dari penerbitan Perpu No. 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Beragam reaksi kemudian bermunculan. Beberapa pihak telah mendukung, tetapi ada pula yang menentang dengan keras.

Presiden Joko Widodo pada saat ditemui di JCC Senayan tersebut menjelaskan bahwa pembubarannya ormas tersebut memang sudah dikaji sejak lama, dengan pengamatan yang benar dan juga menerima banyaknya masukan dari banyak kalangan seperti kaum ulama dan juga masyarakat. slot online

Ya keputusannya seperti yang sudah diputuskan pada hari ini,” ujarnya.

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia

Pernyataan yang sama, juga pernah diucapkan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. Menurut Tito, sebelum presiden Jokowi menerbitkan Perppu tentang Ormas, polisi sebelumnya tak berani menindak ormas anti-Pancasila, karena di tahun 2013 tidak ada keputusan berani untuk menindak ormas tersebut.

Padahal, saat itu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah menunjukkan jati dirinya. Tapi toh, saat itu polisi tak menindak.

“Kenapa tidak berbuat polisi sebelumnya? Karena leadership. Tahun 2013, HTI sudah melaksanakan kegiatan yang masif sekali dan terbuka. Kenapa didiamkan? Kenapa polisi tak bertindak saat itu? Tergantung leadership. Political leadership bagaimana posisinya? Kalau atasnya kuat seperti dikerjakan Pak Jokowi, ya kami kencang juga,” kata Tito (17/7).

Dukungan pembubaran ormas ini, tentunya mendapat reaksi dari pihak HTI sendiri. Jubir HTI, Ismail Yusanto menilai, penerbitan Perppu tersebut dan pencabutan badan hukum HTI sebagai tindakan sewenang-wenang pemerintah.

Salah satu alasan pembubaran HTI, karena aktivitas ormas tersebut dinilai tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan konsep NKRI. Ismail menyebut hal tersebut adalah sebuah tuduhan, yang selama ini tak pernah diucapkan langsung oleh Pemerintah dalam bentuk peringatan formal kepada HTI.

“Itu kan tuduhan, lagi pula kalau itu dianggap pelanggaran, pelanggaran seperti apa kita tidak pernah tahu oleh karena juga tidak pernah ada peringatan atau surat peringatan,” jelasnya.

Ismail mengatakan, pihaknya belum menerima salinan keputusan pembubaran tersebut. Namun ia menegaskan, kegiatan dakwah HTI tak akan berhenti meski badan hukum HTI telah resmi dicabut.

“Kita akan lihat nanti keputusannya seperti apa, supaya kita tahu apa yang kita lakukan. Tapi dakwah jalan terus pada prinsipnya,” ucap dia.

Ada beberapa cara yang dapat mereka lakukan, untuk menyelamatkan organisasi tersebut. Ahli hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie memberikan saran bahwa ormas HTI tersebut dapat mengambil 3 langkah ini. Forum yang pertama adalah forum hukum yang sedang ditempuh oleh pihak HTI yaitu Mahkamah Konstitusi. HTI sudah mendaftarkan gugatan judicial review kepada MK. Cara yang kedua adalah dengan melalui pengadilan tata usaha negara untuk menimbang legalitas tentang keputusan pembubaran terhadap HTI. Cara yang ketiga adalah HTI dapat memperjuangkan kelembagaannya di DPR.

Untuk forum yang terakhir adalah pandangan Jimly mengenai langkah strategis dalam memperjuangkan berbagai aspirasi yang mereka sampaikan dengan menyusun rancangan sedemikian rupa yang berisi mengenai isi dari Perppu tersebut. Dan forum DPR itu dapat dipakai untuk memperjuangkan segala aspirasi dalam menolak Perppu tersebut. Dilihat berdasarkan asal usulnya, memang Hizbut Tahrir adalah organisasi politik dengan memiliki ideologi Islam pada skala Internasional.

Hizbut Tahrir lahir pada tahun 1953 di Al-Quds, Palestina. Pada situs resmi hizbut-tahrir.or.id menyebutkan bahwa gerakan ormas mereka memang berfokus akan perjuangan kebangkitan umat di seluruh dunia dalam mengembalikan kehidupan Islam dengan tegaknya kembali Khilafah Islamiyah. Gerakan tersebut dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani yang merupakan seorang ulama lulusan Al-Azhar Mesir dan sempat menjadi hakim pada Mahkamah Syariah Palestina.

Tujuan ormasi ini sendiri yaitu mengembalikan kaum muslimin untuk kembali taat pada aturan-aturan Allah SWT yaitu hukum Islam, memperbaiki sistem undang-undang tanah air dan hukumnegara yang diilai tidak sesuai syariat Islam agar berjalan sesuai dengan ajaran-Nya dan membebaskan diri pada sistem hidup dan pengaruh gaya hidup budaya Barat.

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia

Paham yang dimiliki oleh ormas HTI ini awalnya dibawa oleh Abdurrahman Al-Baghdadi, mubaligh sekaligus sebgai aktivis Hizbut Tahrir Australia yang berasal dari Yordania. Sudharno mengatakan bahwa Bogor adalah tujuan pertamanya dalam menyebarkan paham HTI di Indonesia. Abdurrahman mengunjungi Bogor ntuk mengajar di Pondok Pesantren Al-Ghazali, lalu Masjid Al-Ghifari Institut Pertanian Bogor dijadikannya untuk tempagt penyemaian ide-ide HTI di kalangan mahasiswa.

Para Mahasiswa yang sudah memahami akan paham dari ormas HTI ini diberikan misi untuk menyebarkannya kembali kepada mahasiswa yang berada di kampus lain. Yang menjadi sasaran utamanya adalah Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia , Institut Teknologi Bandung. Dan kampus lainnya yang telah dibidik HTI juga terdapat Universitas Hasanudin, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada. Lembaga Dakwah yang berada pada beberapa kampus tersebut telah dirasuki ide-ide HTI yang selanjutnya membentuk Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus di tahun 1986.

Dalam kutipan jurnal Sudarno menjelaskan bahwa Muhammad Ismail Yusanto, aktivis Jamaah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu pendiri ini, dan forum tersebut menjadi cikal bakal perkembangan HTI.

Pada saat itu, HTI semakin terus melebarkan sayapnya dan memiliki banyak anggota. Ajaran yang disebarkannya pun tidak hanya melalui dakwah, seminar, atau pengajian, namun juga menggunakan majalah, tabloid, bulletin, selebaran, dan booklet secara berkala.

Dikutip pada situs Hizbut-tahrir.or.id di era 1990-an ide-ide dakwah HTI yang menyebar ke masyarakat, melalui berbagai macam aktivitas dakwah di masjid, kantor, perusahaan dan perumahan. Tidak hanya berputar di kampus saja seperti pada kemunculan pertamanya.

“Hizbut Tahrir merupakan organisasi politik, bukan organisasi kerohanian (seperti tarekat), bukan lembaga ilmiah (seperti lembaga studi agama atau badan penelitian), bukan lembaga pendidikan (akademis), dan bukan pula lembaga sosial (yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan).”

Perihal jumlah anggota atau pengikut, pihak HTI tidak pernah mengemukakan secara gamblang berapa orang anggota dan simpatisan yang dimiliki.

Jika menilik dari fans page di Facebook HTI, ada sekitar 130 ribu orang yang mengikuti perkembangan berita seputar HTI. Semuanya berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya Pulau Jawa yang merupakan titik awal perintisan dibentuknya HTI.

HTI sejak awal menentang perbitan Perppu Ormas. Juru Bicara HTI Ismail Yusanto menilai penerbitan Perppu pembubaran Ormas bermasalah. Perppu menurutnya hanya diterbitkan apabila ada kegentingan yang memaksa. Ismail menyebut saat ini tidak ada kegentingan yang memaksa sehingga harus dikeluarkan Perppu pembubaran ormas.

Alasan kedua, kata Ismail, Perppu hanya dikeluarkan bila ada kekosongan hukum. Sementara mekanisme pembubaran Ormas sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyaraatan (UU Ormas).

“Jadi Perppu ini sudah bermasalah secara prosedur maupun secara substansial,” kata Ismail.