Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat
djfaroff

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka – 1.Masa Awal Pergerakan Nasional

a. Boedie Oetomo

Orgaisasi masyarakat yang satu ini adalah organisasi dalam pergerakan nasional yang pertama kali didirikan karena tuntutan dalam memajukan rakyat pribumi khususnya di pulau Jawa pada bidang pendidikan dan juga kebudayaan. Di tahun 1906 dan tahun 1907 Wahididn Sudirohusodo menggelar acara perjalanan ke seluruh Pulau Jawa dalam rangka mengingatkan pentingya perluasan pengajaran yang menjadi salah satu langkah dalam memajukan kehidupan rakyat. idn slot

Akhir tahun 1907, dia sampai di Jakarta dan bertemu deangan para pelajar STOVIA( School Tot Opleiding Voor Indische Artsen = Sekolah Dokter Pribumi).

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka

Dan disitulah Wahidin brtemu dengan Soetomo untuk membicarakan nasib rakyat yang kurang mendapat perhatian bidang pendidikan. Dari pembicaraan tersebutlah kedua tokoh ini melahirka gagasan membentuk organisasi Boedi Oetomo.. Oleh karena itu, pada tanggal 20 Mei 1908, dibentuklah organisasi Boedi Oetomo. Sebagai ketuanya terpilih Soetomo. Selain Soetomo, tokoh pendiri Boedi Oetomo lainnya adalah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T.A Tirtokusumo. Tujuan didirikannya Boedi Oetomo semula untuk mencapai kemakmuran yang harmonis bagi nusa dan bangsa. Akan tetapi, azas perjuangannya hanya terbatas hany untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan Jawa.

Sampi tahun 1915, Boedi Oetomo dapat dipandang sebagai organisasi pergerakan social budaya. Namun, dalam prakteknya keadaan telah membawa organisasi ini melakukan tindakan politik. Boedi Oetomo mulai terjun dalam bidang politik dan resmi menjadi bagian dari organisasi politik PPPKI ( Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) pada tahun 1920. Pada tahun 1935Boedi Oetomo mulai terjun pada bidang politik dan resmi masuk ke dalam organisasi politik PPPKI ( Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) di tahun 1920. Di tahun 1935 Boedi Oetomo dengan organisasi PBI bergabung kedalam organisasi Parindra ( Partai Indonesia Raya).

b. Sarekat Islam

Organisasi Masyarakat Yang Hadir Sebelum Indonesia Merdeka

Organisasi ini didirikan sejak tahun 1911 oleh H.Samanhudi di Solo. Tujuan dibentuknya Sarekat Islam ini yaitu dapat membela kepentingan dari para pedagang Indonesia dikhususkan pedagang Islam dari ancaman para pedagang Cina. Di tahun 1911, Sarekat Dagang Islam yang berubah menjadi Sarekat Islam. Tokoh-tokoh Sarekat Islam antara lain H. Agus Salim, Abdul Moeis, Suryopranoto, dan H.O.S Tjokroaminoto. Pemimpin Sarekat Islam yang terkemuka, yaitu H.R. Tjokroaminoto dalam pidatonya pada tanggal 26 Juni 1913, menegaskan bahwa Sarekat Islam tidak bersifat politik. Tujuan utama Sarekat Islam adalah menghidupkan jiwa dagang bangsa Indonesia dan memperkuat ekonominya agar dapat menghadapi persaingn dagang dengan bangsa asing.

c. Indische Partij

Bersamaan dengan munculnya Sarekat Islam, pada bulan Desember 1912 dibentuklah organisasi yang dinamakan Indische      Partij. Organisasi ini mempunyai cita cita untuk mempersatukan semua golongan masyarakat Indonesia, yaitu golongan asli Indonesia (Pribumi), golongan Cina, golongan Indo-Arab, dan sebagainya.

2. Masa Radikal

a. Perhimpunan Indonesia Pelopor dari gerakan ini adalah para mahasiswa Indonesia di negri Belanda yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia.

Organisasi ini pada mulanya bernama sebagai Indische Vereeniging ( Perhimpunan Indonesia). Perhimpunan Indonesia didirikan di tahun 1908 sesudah berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Pada awalnya Indische Vereeniging hanyalah sebuah perkumpulan yang sifatnya sosio budaya dan kelompok keakraban dikarenakan semua orang Indonesia yang berada di Belanda merasa senasib pada daerah perantauan.

b.   Partai Komunis Indonesia (PKI)

Sekelompok kecil kaum Marxis Belanda yan tinggal di Indonesia mendirikan ISDV (Indische Social Demokratiche Vereniging ). Dari pihak Belanda, pendiri organisasi ini adalah Sneevliet, Bransteder, dan Dekker, sedangkan dari pihak Indonesia yang terkenal adalh Semaun. ISDV berusaha mencari kontak dengan Indische Partij dan Sarekat Islam untuk mendekati rakyat, tetapi tidak berhasil. Pilihannya jatuh pada Sarekat Islam yang mempunyai massa besar dan bersedia menerima pikiran-pikiran yang radikal.

Radikalisme kaum komunis mengakibatkan pemerintah mengusir orang-orang Belanda pendiri ISDV dari Indonesia. Pada bulan Mei 1920, organisasi itu diganti namanya menjadi Perserikatan Komunis Hindia. Pada tahun 1924, Perserikatan Komunis Hindia diubah lagi menjadi Partai Komunis Indonesia Pada tahun 1920, Partai Komunis Indonesia bergabung dengan Comintern (Comunist International ) yang merupakan Forum dan pusat eksekutif bagi pratai-partai komunis seluruh dunia.

c.   Partai Nasional Indonesia (PNI)

Lahirnya PNI pada tahun 1927, hakikatnya diilhami oleh Perhimpunan Indonesia. Tujuan PNI adalah untuk mencapai Indonesia merdeka dan asas perjuangannya adalah berdiri di atas kaki sendiri, non kooperatif, serta Marhaenisme.Sebaliknya, pemerintah colonial Belanda menjadi sangat khawatir terhadap bahaya yang mungkin muncul dari organisasi PNI. Pada tahun 1930, berkembang desas-desus yang berkembang dalam masyarakat bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan. Hal ini dijadikan alasan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk melakukan penggeledahan dan penangkapan  terhadap para aktifis PNI.

3. Masa Moderat

a. Perhimpunan Bangsa Indonesia

Kelanjutan Indonesische Studie Club di Surabaya adalah Perhimpunan Bangsa Indonesia (PBI). PBI didirikan pada awal tahun 1931 dan diketuai Dr. Soetomo. Tujuan PBI adalah mencapai kedaulatan bangsa dan tanah air yang sempurna. Untuk itu, perlu dikembangkan lapangan kerja, kerajinan, pergerakan koperasi, pengajaran dan pendidikan, kebudayaan, kesehatan jasmani dan rohani, serta ilmu pengetahuan. Pada tahun 1935, PBI berfusi dengan Boedi Oetomo, dan bergabung ke dalam organisasi Partai Indonesia Raya (Parindra).

b. Partai Indonesia Raya (Parindra)

Tokoh Parindra yang banyak memperjuangkan nasib rakyat melalui Volksraad adalah M.H. Thamrin.  b. Partai Indonesia Raya (Parindra) Tokoh Parindra yang banyak memperjuangkan nasib rakyat melalui Volksraad adalah M.H. Thamrin.

Organisasi ini didirikan di tanggal 25 Desember  1935 dan berada di bawah kepemimpinan Dr. Soetomo. Parindra adalah fusi antara Boedi Oetomo., Persatuan Bangsa Indonesia, Partai Selebes, Serikat Sumatra, dan Tirtayasa. Azas Parindra adalah berdasrkan nasionalisme Indonesia Raya dan bertujuan mencapai Indonesia mulia dan sempurna , berhaluan koprasi tapi bercorak oportunis .Parindra telah sukses membentuk organisasi para buruh petani,  Bank Nasional Indonesia ( Surabaya ) , dan Organisasi Pemuda Surya Wirawan. Dan di pertengahan bulan November 1949, Parindra telah dihidupkan kembali sesuai dengan jiwa patriotisme , kerakyatan , dan keadilan social .

c . Gabungan Politik Indonesia  ( GAPI )

Organisasi yang satu ini merupakan organisasi hasil gabungan dari  Parindra , Gerindo , Persatuan Minahasa , Partai Islam Indonesia , Partai Katolik Indonesia , Pasundan dan PSII. Karena hal ini, membuktikan bahwa terdapat dorongan dari dalam unyuk keinginan membentuk wadah bersama dengan upaya memobilisasikan kekuatan massa, sedangkan dorongan yang berawal dari luar seperti ancaman perang yang akan segera datang karena Jepang sudah bergerak ke selatan .

d. Jong Java Pada tanggal 7 maret 1915, golongan muda sepakat untuk mendirikan satu organisasi pemuda yang berfungsi sebagai tempat latihan bagi calon pemimpin bangsa atas dasar kecintaan pada tanah airnya. Organisasi tersebut diberi nama Trikoro darmo yang berarti tiga tujuan mulia.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat
djfaroff

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat – Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Suatu organisasi terdiri dari berbagai macam kepentingan, karakter dan watak manusia yang saling berbeda satu sama lain. Kepentingan , karakter dan watak itulah yang membentuk sifat masing-masing orang.

Namun semua itu juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana mereka tinggal. slot online indonesia

Suatu organisasi memerlukan suatu loyalitas kerja masing-masing anggotanya terutama dalam bentuk profesionalitas kerja.

Dalam hal ini profesionalitas yang dimaksud adalah mengerjakan tugasnya di dalam organisasi sesuai dengan peran, fungsi dan tanggung jawab yang telah diterimanya.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Selama pengalaman dalam berorganisasi secara umumnya bertemu orang-orang yang memiliki karakter bermacam-macam.

Baik atau tidaknya karakter tergantung kalian yang tentukan, artikel ini hanya akan mengulas beberapa karakter itu berdasarkan pengalaman.

1. Tipe Ekor (Hanya ingin ikut teman)

Sebagai tipe ini, orang akan mendaftar di organisasi jika teman yang dikenalnya masuk mendaftar juga di organisasi tertentu. Biasanya alasannya supaya tidak malu malu atau lebih percaya diri karena sudah punya teman yang dikenal, meskipun sebenarnya kalau masuk organisasi akan punya teman atau kenalan yang banyak. Jenis yang parah dari tipe ini adalah, ketika temannya keluar dari organisasi dia juga ikut keluar.

2. Tipe friendly and easy going (Ingin menambah teman)

Sebagai tipe ini, tak peduli berapa teman yang Ia miliki, Ia akan tetap menambah teman dengan mendaftar organisasi. Ini salah satu tujuan dari organisasi sebenarnya.

Tipe ramah seperti ini akan cepat beradaptasi dengan orang-orang di organisasi tersebut. Biasanya tipe ini salah satu jenis organisatoris yang akan aktif berkegiatan dan dapat diandalkan.

3. Tipe Hunter (Ingin cari pasangan)

Tipe ini biasanya tidak atau kurang nampak, karena jarang atau tidak mungkin orang akan terang-terangan mengatakan tujuannya berorganisasi adalah cari pacar.

 Tipe ini biasanya mereka yang sangat mendambakan kekasih, dan tak jarang ada yang menyeleksi diam-diam satu persatu orang-orang dalam organisasi yang pantas atau  menjadi pacarnya, dan biasanya seleranya tinggi seperti cantik atau cakep, berwibawa dan pintar.

4. Tipe Pencitraan (tau sendiri kan maksudnya)

Tau sedikit tapi bicaranya banyak, pernah nggak temui teman yang seperti itu? Bicaranya selangit dan teoritis tapi tidak membawa fakta dan hanya bermodalkan informasi sekilas angin tanpa tau benar atau tidaknya.

Terkadang tipe ini pemikirannya sempit, tidak bijaksana, egois, gampang emosian atau marah, dan hanya menganggap cuman dirinya yang benar.

Siapa sangka kata-kata nya yang dia ucapkan hanya obralan untuk sebuah pencitraan bahwa mereka adalah sang organisator kritis dan paling hebat, padahal hi hi hi (yang kayak gini sering saya dapatkan) tong kosong nyaring bunyinya.

5. Tipe panas-panas tahi ayam (panasnya setengah-setengah)

Tipe ini juga banyak, mungkin kata lainnya adalah untuk coba-coba (buat organisasi kok coba-coba) tipe ini mungkin bisa dikatakan belum mendapatkan hidayah atau makna organisasi sebenarnya.

Kadang masuk mendaftar organisasi, tapi pas di tengah jalan mengundurkan diri atau malah menghilang tak muncul dan tak berkabar.

Paling banya alasan dari tipe ini adalah faktor kemalasan, jenuh, organisasi yang kurang cocok, ada orang yang ia tak suka atau musuhi dalam organisasi tersebut,dll.

Tahap parah dari tipe ini yaitu kalau kebiasaan setengah-setengahnya berulang-ulang, misalnya mereka baru muncul lagi saat ada pemilihan dalam organisasi atau ada kegiatan seru yang sedang dilaksanakan. Ckckckckck. Jangan begitu yah!

6. Tipe Penguasa (hanya mau jabatan)

Tipe ini biasanya agak sedikit memiliki karakter tipe pencitraan. Biasanya pula Ia hanya ingin aktif karena mengejar sebuah kedudukan, karena baginya memegang jabatan dalam organisasi adalah pencapaian yang penting.

Yang hal parah dari tipe ini, jika Ia tidak mendapatkan jabatan tertentu atau mungkin tidak terpilih menjadi ketua dari suatu organisasi, Ia langsung menghilang dan meninggalkan organisasi tersebut, kemungkinan karena eksistensinya sudah berkurang.

7. Tipe penyebar jaring (punya banyak organisasi)

Tipe ini, seperti judulnya, adalah mereka yang mendaftar lebih dari satu organisasi bahkan mungkin sangat banyak.

 Positifnya, Ia akan mendapatkan kenalan dimana-dimana, memiliki kegiatan yang banyak.

Negatifnya, jika Tipe ini tidak memiliki kemampuan mengatur waktu ataupun kemampuan fisik yang baik, maka efek samping akan menyerang dirinya sendiri, misalnya terlalu lelah, semua urusan jadi berantakan, tidak fokus terhadap satu organisasi yang membuat dia tampak setengah-setengah dalam berorganisasi.

8. Tipe penistaan (selalu menyalahkan organisasi)

Jadi tipe ini kerjanya hanya menyalahkan organisasi terus, pokoknya salah terus..yang ada hanya mengganggu kepentingan pribadinya, berarti Ia juga tidak akan mendapatkan hidayah dan manfaat berorganisasi.

9. Tipe one is enough (yang penting ada)

Tipe ini bukan tipe yang buruk, tipe ini adalah mereka yang mendaftar hanya di satu organisasi saja.

Mungkin mereka berpikir satu saja cukup, atau hanya ingin fokus di satu bidang organisasi, ini tentu wajar, biasanya tipe ini memiliki loyal yang tinggi terhadap organisasinya.

Hanya saja ada juga dari tipe ini yang sebenarnya tidak menyukai berorganisasi, tapi karena sebuah alasan dia mendaftar saja salah satu organisasi yang penting ada.

Kehadirannya di organisasi pun biasanya sebatas listener, yang penting hadir dan tidak perlu banyak berkomentar dalam setiap pertemuan.

Dan terkadang tipe ini susah ditebak karena mungkin lebih pendiam jika dalam organisasi.

10. Tipe “Organisatoris Sejati”

Sebenarnya tidak ada kemutlakan dari penilaian yang mana sebenarnya organisatoris sejati. Hanya saja Saya mencoba merangkumkan yang mana bisa tergolong orang-orang yang baik dalam organisasi.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Seorang organisatoris sejati akan selalu menjaga lisan dan perbuatannya untuk dirinya dan organisasinya. Setiap pendapat yang dikeluarkan akan berusaha Ia pikirkan terdahulu.

Biasanya tipe ini memiliki wibawa yang baik, cerdas, dan memiliki teknik manajemen yang baik. Bisa memimpin dan juga bisa dipimpin, jauh dari zona-zona pencitraan dan pendapat yang menggebu-gebu.

Biasanya mereka adalah orang-orang yang berintegritas tinggi, yakni ucapan dan tindakannya selalu selaras. Selama Mereka terlepas dari sifat sombong, tipe ini akan disukai banyak orang dalam organisasi tersebut.

Tipe seperti ini, akan selalu aktif dalam setiap kegiatan organisasi, menyumbangkan tenaga dan pikiran atau kebutuhan organisasi lainnya.

Tipe seperti ini biasanya yang paling banyak diusung menjadi pemimpin organisasi karena eksistensinya yang bermanfaat dan menonjol.

Mereka juga akan sangat mencintai organisasinya, bahkan setelah mereka demisioner, bahkan juga jika sudah menjadi alumni tipe ini akan berkontribusi dalam bentuk kegiatan yang bisa melibatkan dirinya.

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia
djfaroff

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia – Tepat ditanggal 19 Juli di tahu 2017, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Hukum dan Ham dengan resmi membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia dengan mencabut hukum yang melindungi mereka. Pembubaran tersebut adalah suatu tindak lanjut dari penerbitan Perpu No. 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Beragam reaksi kemudian bermunculan. Beberapa pihak telah mendukung, tetapi ada pula yang menentang dengan keras.

Presiden Joko Widodo pada saat ditemui di JCC Senayan tersebut menjelaskan bahwa pembubarannya ormas tersebut memang sudah dikaji sejak lama, dengan pengamatan yang benar dan juga menerima banyaknya masukan dari banyak kalangan seperti kaum ulama dan juga masyarakat. slotonline

Ya keputusannya seperti yang sudah diputuskan pada hari ini,” ujarnya.

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia

Pernyataan yang sama, juga pernah diucapkan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. Menurut Tito, sebelum presiden Jokowi menerbitkan Perppu tentang Ormas, polisi sebelumnya tak berani menindak ormas anti-Pancasila, karena di tahun 2013 tidak ada keputusan berani untuk menindak ormas tersebut.

Padahal, saat itu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah menunjukkan jati dirinya. Tapi toh, saat itu polisi tak menindak.

“Kenapa tidak berbuat polisi sebelumnya? Karena leadership. Tahun 2013, HTI sudah melaksanakan kegiatan yang masif sekali dan terbuka. Kenapa didiamkan? Kenapa polisi tak bertindak saat itu? Tergantung leadership. Political leadership bagaimana posisinya? Kalau atasnya kuat seperti dikerjakan Pak Jokowi, ya kami kencang juga,” kata Tito (17/7).

Dukungan pembubaran ormas ini, tentunya mendapat reaksi dari pihak HTI sendiri. Jubir HTI, Ismail Yusanto menilai, penerbitan Perppu tersebut dan pencabutan badan hukum HTI sebagai tindakan sewenang-wenang pemerintah.

Salah satu alasan pembubaran HTI, karena aktivitas ormas tersebut dinilai tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan konsep NKRI. Ismail menyebut hal tersebut adalah sebuah tuduhan, yang selama ini tak pernah diucapkan langsung oleh Pemerintah dalam bentuk peringatan formal kepada HTI.

“Itu kan tuduhan, lagi pula kalau itu dianggap pelanggaran, pelanggaran seperti apa kita tidak pernah tahu oleh karena juga tidak pernah ada peringatan atau surat peringatan,” jelasnya.

Ismail mengatakan, pihaknya belum menerima salinan keputusan pembubaran tersebut. Namun ia menegaskan, kegiatan dakwah HTI tak akan berhenti meski badan hukum HTI telah resmi dicabut.

“Kita akan lihat nanti keputusannya seperti apa, supaya kita tahu apa yang kita lakukan. Tapi dakwah jalan terus pada prinsipnya,” ucap dia.

Ada beberapa cara yang dapat mereka lakukan, untuk menyelamatkan organisasi tersebut. Ahli hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie memberikan saran bahwa ormas HTI tersebut dapat mengambil 3 langkah ini. Forum yang pertama adalah forum hukum yang sedang ditempuh oleh pihak HTI yaitu Mahkamah Konstitusi. HTI sudah mendaftarkan gugatan judicial review kepada MK. Cara yang kedua adalah dengan melalui pengadilan tata usaha negara untuk menimbang legalitas tentang keputusan pembubaran terhadap HTI. Cara yang ketiga adalah HTI dapat memperjuangkan kelembagaannya di DPR.

Untuk forum yang terakhir adalah pandangan Jimly mengenai langkah strategis dalam memperjuangkan berbagai aspirasi yang mereka sampaikan dengan menyusun rancangan sedemikian rupa yang berisi mengenai isi dari Perppu tersebut. Dan forum DPR itu dapat dipakai untuk memperjuangkan segala aspirasi dalam menolak Perppu tersebut. Dilihat berdasarkan asal usulnya, memang Hizbut Tahrir adalah organisasi politik dengan memiliki ideologi Islam pada skala Internasional.

Hizbut Tahrir lahir pada tahun 1953 di Al-Quds, Palestina. Pada situs resmi hizbut-tahrir.or.id menyebutkan bahwa gerakan ormas mereka memang berfokus akan perjuangan kebangkitan umat di seluruh dunia dalam mengembalikan kehidupan Islam dengan tegaknya kembali Khilafah Islamiyah. Gerakan tersebut dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani yang merupakan seorang ulama lulusan Al-Azhar Mesir dan sempat menjadi hakim pada Mahkamah Syariah Palestina.

Tujuan ormasi ini sendiri yaitu mengembalikan kaum muslimin untuk kembali taat pada aturan-aturan Allah SWT yaitu hukum Islam, memperbaiki sistem undang-undang tanah air dan hukumnegara yang diilai tidak sesuai syariat Islam agar berjalan sesuai dengan ajaran-Nya dan membebaskan diri pada sistem hidup dan pengaruh gaya hidup budaya Barat.

Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia

Paham yang dimiliki oleh ormas HTI ini awalnya dibawa oleh Abdurrahman Al-Baghdadi, mubaligh sekaligus sebgai aktivis Hizbut Tahrir Australia yang berasal dari Yordania. Sudharno mengatakan bahwa Bogor adalah tujuan pertamanya dalam menyebarkan paham HTI di Indonesia. Abdurrahman mengunjungi Bogor ntuk mengajar di Pondok Pesantren Al-Ghazali, lalu Masjid Al-Ghifari Institut Pertanian Bogor dijadikannya untuk tempagt penyemaian ide-ide HTI di kalangan mahasiswa.

Para Mahasiswa yang sudah memahami akan paham dari ormas HTI ini diberikan misi untuk menyebarkannya kembali kepada mahasiswa yang berada di kampus lain. Yang menjadi sasaran utamanya adalah Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia , Institut Teknologi Bandung. Dan kampus lainnya yang telah dibidik HTI juga terdapat Universitas Hasanudin, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada. Lembaga Dakwah yang berada pada beberapa kampus tersebut telah dirasuki ide-ide HTI yang selanjutnya membentuk Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus di tahun 1986.

Dalam kutipan jurnal Sudarno menjelaskan bahwa Muhammad Ismail Yusanto, aktivis Jamaah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu pendiri ini, dan forum tersebut menjadi cikal bakal perkembangan HTI.

Pada saat itu, HTI semakin terus melebarkan sayapnya dan memiliki banyak anggota. Ajaran yang disebarkannya pun tidak hanya melalui dakwah, seminar, atau pengajian, namun juga menggunakan majalah, tabloid, bulletin, selebaran, dan booklet secara berkala.

Dikutip pada situs Hizbut-tahrir.or.id di era 1990-an ide-ide dakwah HTI yang menyebar ke masyarakat, melalui berbagai macam aktivitas dakwah di masjid, kantor, perusahaan dan perumahan. Tidak hanya berputar di kampus saja seperti pada kemunculan pertamanya.

“Hizbut Tahrir merupakan organisasi politik, bukan organisasi kerohanian (seperti tarekat), bukan lembaga ilmiah (seperti lembaga studi agama atau badan penelitian), bukan lembaga pendidikan (akademis), dan bukan pula lembaga sosial (yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan).”

Perihal jumlah anggota atau pengikut, pihak HTI tidak pernah mengemukakan secara gamblang berapa orang anggota dan simpatisan yang dimiliki.

Jika menilik dari fans page di Facebook HTI, ada sekitar 130 ribu orang yang mengikuti perkembangan berita seputar HTI. Semuanya berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya Pulau Jawa yang merupakan titik awal perintisan dibentuknya HTI.

HTI sejak awal menentang perbitan Perppu Ormas. Juru Bicara HTI Ismail Yusanto menilai penerbitan Perppu pembubaran Ormas bermasalah. Perppu menurutnya hanya diterbitkan apabila ada kegentingan yang memaksa. Ismail menyebut saat ini tidak ada kegentingan yang memaksa sehingga harus dikeluarkan Perppu pembubaran ormas.

Alasan kedua, kata Ismail, Perppu hanya dikeluarkan bila ada kekosongan hukum. Sementara mekanisme pembubaran Ormas sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyaraatan (UU Ormas).

“Jadi Perppu ini sudah bermasalah secara prosedur maupun secara substansial,” kata Ismail.

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme
djfaroff

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme – Anggota Demokratik Suriah juga mengeluarkan sebuah  pengumuman mengenai kehancuran yang terjadi pada seluruh jaringan pada kelompok teroris, Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) beberapa waktu lalu. Pengumuman ini seakan-akan menjadi sebuah akhir dari sebuah perjuangan  dan  juga pertempuran yang lama terhadap para anggota ISIS. Walaupun demikian sesudah keruntuhan ISIS tersebut, yang menjadi tantangan tervesarnya ialah ideologi radikalisme agar tidak membawa pengaruh kepada masyarakat dan juga mennetang lahirnya kekerasab baru di Indonesia. 

Dikarenakan unsur-unsur ideologi yang begitu melekat pada kumpulan ISIS yang berada di Tanah Air tidak mudah luntur. Dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia seperti Nu dan juga MUuhammadiyah menganut paham moderat, tetapi nampaknya mereka belum secara maksimal menolong mengikiskan radikalisme yang berkembang di masyarakat. Yang menjadi salah satu penyebabnya dikarenakan pada masing-masing organisasinya bergerak sendiri pada lingkungan mereka ataupun mereka merasa tidak diikutsertakan secara formal pada program deradikalisasi. Sebagai contoh, Nahdlatul Ulama. slotindonesia

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme

Wakil Ketua PBNU As’ad Said Ali menuturkan bahwa NU sudah membantu melakukan program deradikalisasi namun ini melewati aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada kalangan internal organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia. NU tanpa adanya program tersebut pun sudah melakukan sendiri karena kita akan merasa sebagi pihak yang akan dipaksa juga mengenai paham-paham yang kita sebut transnasional.

Dan selainnya NU juga telah diajak oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau dikenal dengan BNPT yang berperan untuk memberantas radikalisme namun upaya tersebut belum maksimal. Segala anggarannya harus jelas dan peranan yang jelas juga. Kalau hanya sekedar mengenai ceramahnya saja tidak memiliki sebuah manfaat, begitulah kata wakil kepala BIN yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU.

Jadi apabila tidak memiliki strategio dan sasaran yang jelas, hubungan kerja sama organisasi masyarakat dengan BNPT atau kepolisian tidak akan berjalan secara maksimal. Maka itu, organisasi massa keagamaan sepwrti organisasi NU, Muhammadiyah dan juga ormas yang lainnya di Indonesia yang memiliki peraqn cukup bagus untuk ikut dan mewaspadai, membendung, dan menangkal berkembangnya ideologi-ideologi  radikal atau paham yang mengandung kekerasan dari anggota ISI di Indonesia yang sebelumnya ingin mendeklarasikan khilafah.

Banyak yang mengira bahwa ormas-ormas seperti diantaranya NU, Muhammadiyah dan juga organisasi masyarakat lainnya yang memiliki peran strategis dalam membendung ideologi ISIS tersebut. Dikarenakan salah satu keunggulan ormas tersebut yaitu memiliki basis konstituen secara nyata dan juga jelas. Organisasi masyarakat ini diharuskan untuk terlibat secara aktif, seperti pada level hulu pada artian yang turut terlibat dalam merumuskan segala kebijakan termasuk juga dalam upaya membendung di level apakah itu di Undang-Undang ataupun peraturan,  ujar

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme

para peneliti yang berada di Lembaga Penelitian, Pedndidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).

Dikatakan Adnan, ormas juga harus terlibat secara aktif untuk memasukkan prioritas bahwa pencegahan untuk melarang organisasi radikal seperti ISIS ini harus menjadi semacam platform atau program yang secara intensif mereka lakukan baik di dalam forum-forum organisasinya maupun aksi-aksi yang bisa mereka lakukan baik aksi pencegahan maupun aksi penegakan hukum untuk membantu pemerintah.

“Peran ormas ini tidak dimiliki negara lain. Karena di negara lain peran ormas sangat kurang terlihat. Sementara di Indonesia, ormas itu sangat strategis karena lahir bersama masyarakat. Apalagi ormas punya jangkauan untuk mencegah dan mengadang berbagai macam pembesaran paham ideologi seperti itu, karena mereka memiliki basis massa yang jelas dan terukur jumlahnya,” kata tokoh muda Nahdlatul Ulama ini.

Tidak hanya ormas, Adnan juga telah melihat tokoh agama atau mubalig yang mempunyai wawasan Islam Moderat juga memiliki peran penting dalam membendung ideologi kekerasan tersebut pada masyarakat. Dikarenakan, tokoh agama atau mubalig-mubalig juga sering langsung terjun ke lingkungan masyarakat dimana mereka sering mengsosialisasikan mengenai bahaya dari penyebaran ajaran Isis. “Tentunya ini akan sangat menarik. Jadi kekuatan dari arus yang berasal dari atas ataupun bawah secara bersama-sama menjadikan Isis sebagai suatu ideologi yang berbahaya. 

Organisasi masyarakat bersama dnegan tokoh agama sama-sama melindungi masyarakatnya, begitulah kata alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini. Apabila peranan ormas dan para tokoh agama yang dapat saling di sinergikan tentunya dapat menjadi kekuatan yang berlapis dan akan sulit untuk ditembus. Mantan wakil Sekjen PBNU ini mengungkapkan bahwa model yang seperti ini baik pada ormas dan masyarakatnya sama-sama membentengi dirinya dengan berbagai kegiatan yang sifatnya akan preventif ataupun kegiatan yang sifatnya ikut aksi dalam pencegahan tersebut. Jadi ikut beraksi dalam pemberantasan model ideologi radikal seperti pada yang terjadi dalam organisasi ISIS.

Adnan juga menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi untuk memperkuat masyarakat baik dimulai pada keluarga inti sampai masyarakat sekitar bahwa ideologi kekerasan seperti yang dilakukan ISIS tersebut sangat berbahaya. Bahkan pada sebagian di negara Timur Tengah, terdapat semaca  sosialisasi pada negara yang materainya dipakai untuk pendidikan dalam keluarga. Modelnya seperti pada pendidikan keluarga pada zaman dulu seperti P4, dimana bentuknya seperti itu, konvensional diintervensi melalui pertemuan warga, RT ataupun RW,  pertemuan kerukunan dan sebagainya namun isi dari materinya tersebut ialah memberi tahu tentang bahayanya ISIS.

 Dan itu cukup efektif dan berhasil memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk waspada  Jadi masuk dalam materi prioritas pendidikan keluarga. Pendidikan dan penguatan keluarga, dan itu relatif berhasil. Sehingga ada  benteng yang sifatnya langsung ke masyarakat,” katanya.

Tidak hanya itu, menurutnya lembaga pendidikan perlu membentengi para siswanya tidak mudah termakan bujuk rayu yang dilakukan oleh ISIS. Dihubungkan dengan materi dan konten ini para pelajar yang sangat bergantung dengan gurunya. Khusus untuk soal guru ini pemerintah harus memiliki perhatian khusus, karena guru ini adalah media yang paling efektif untuk mempengaruhi cara berpikirnya pelajar ini. Jadikan diperlukan semacam pembinaan dan pemantauan guru-guru yang rutin dilakukan oleh instansi yang berhubung seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama untuk selalu melakukan sosialisasi bahaya penyebaran bahaya radikalisme. ISIS ini di kalangan guru. Karena guru ini adalah sumber informasi pertama bagi seorang murid ini. Diharapkan ideologi seperti ini tidak muncul dari kalangan para guru.

Terkait dengan kemungkinan adanya warga Indonesia yang sudah terlanjur berhijrah ke Suriah lalu mereka ingin kembali ke Tanah Air, Adnan mengatakan perlu instrumen deradikalsiasi dari pemerintah. Selain itu juga harus dilakukan pemilahan yakni mana warga yang berangkat karena awam akibat korban propaganda dan mana yang berangkat karena kombatan.

“Kalau yang berangkat karena terpengaruh propaganda  mungkin bisa dilakukan upaya pendekatan deradikalisasi. Perlu dilakukan pendekatan dengan ideologi bangsa kita agar kelompok ini ideologinya akan kembali pulih untuk cinta pada NKRI. Dan harus berkesinambungan,” ujarnya.

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax
djfaroff

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax – Setyo Eko Pratolo betul-betul menyesali keputusannya. Lelaki 58 tahun itu malu dan merugi gara-gara bergabung dengan Keraton Agung Sejagat. Apalagi Eko merupakan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pogung Juru Tengah, Purworejo. Walhasil, dia mendapat sorotan lebih banyak dari masyarakat sekitar ketimbang anggota keraton yang lain.

Di desa Eko itulah Keraton Agung Sejagat berdiri. Eko lantas menceritakan pengalamannya menjadi pengikut Keraton. Berbicara lirih sembari duduk di kursi kayu halaman rumahnya, Eko beberapa kali menghela napas seraya menahan air mata. slot

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax

Eko kadung tertipu oleh Toto Santoso, pria yang menghabiskan diri sebagai Raja Keraton Agung Sejagat. Kepada Bendahara Keraton bernama Sarwono yang juga warga desa itu, Eko menyetorkan uang sekitar Rp 8,5 juta. Duit tersebut semula ia harapkan bakal kembali berlipat ganda. Namun ia curiga  uang itu kini raib, sebab Sarwono tak pernah terlihat lagi, sedangkan Raja dan Ratu Keraton malah diciduk aparat.

“Uang segitu saya pinjamkan (ke Keraton). Akhirnya kayak gini, apa enggak pusing saya?” ucap Eko kepada kumparan di Purworejo, Kamis (16/1).

Menurutnya, duit Rp 8,5 juta itu digunakan antara lain untuk mendaftar menjadi anggota Keraton sejumlah Rp 2 juta, membeli seragam Keraton Rp 2-3 juta, kirab dan sidang Keraton Rp 2,3 juta, dan konsumsi serta buku panduan senilai Rp 2 juta.

Besaran biaya pendaftaran, tutur Eko, akan memengaruhi jabatan seseorang di kerajaan tersebut. Eko yang menyetor Rp 2 juta saat mendaftar, berhak mendapat pangkat bintang tiga atau setara dengan letnan jenderal.

“Bintang satu harganya segini, bintang dua segini, bintang tiga segini. Bodohnya (saya) karena memang tidak paham,” ujar Eko.

Ada empat kelompok bintang yang bisa dipilih setiap anggota Keraton Agung Sejagat. Bintang empat, tingkatan tertinggi, hanya diisi sekitar 14 orang. Mereka berhak atas jabatan resi alias penasihat kerajaan.

Sementara bintang tiga, dua, dan satu, belum mendapat posisi spesifik. Rencananya, pembagian peran antara ketiga level bintang itu akan dilakukan usai sidang kerajaan pada 11-12 Januari 2020, bersamaan dengan jadwal pencairan gaji pertama mereka.

Apa boleh buat, sidang keraton yang ditutup dengan konferensi pers deklarasi keraton justru menjadi awal huru-hara. Dua hari kemudian, Selasa (14/1), Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat ditangkap polisi. Mereka dituding berbuat onar, menebar kebohongan, dan menipu. Keduanya dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 378 KUHP.

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax

Eko pun batal menjadi letnan jenderal seperti yang ia angankan. Eko sebetulnya sudah mengendus bau busuk Keraton Agung Sejagat sejak akhir 2019 atau sebulan sebelum Sidang Keraton. Ia, misalnya, merasa legalitas Keraton tidaklah jelas. Itu sebabnya ia sempat ingin keluar, namun entah kenapa selalu urung terlaksana.

“Saya sendiri merasakan apakah ini yang namanya hipnotis, cuci otak, atau apa?” kata Eko. Ia seolah kebingungan dengan kondisinya sendiri yang tak bisa memutuskan hengkang dari Keraton meski dalam hati ingin melakukannya.

Kecurigaan Eko pada Keraton Agung Sejagat memuncak ketika sang raja yang disebut “Sinuhun” alias “Baginda” itu menyebut hal-hal yang menurutnya di luar logika saat sidang berjalan, dari mulai status Keraton Agung Sejagat yang membawahi Perserikatan Bangsa-Bangsa sampai kedudukan Keraton yang menguasai seluruh dunia.

Eko jadi terheran-heran. “Pertama, kok bisa sampai mendunia? Kerajaan (kok katanya) menguasai negara-negara? Kedua, yang ikut Sidang (Keraton saat itu) nanti akan mendapat gaji. Sumber dananya dari mana?” Eko benar-benar tak habis pikir.

Usai Sidang Keraton pada Minggu (12/1), Eko langsung menanggalkan seragamnya dan bergegas pulang. Sampai di rumah, dia tak bisa tidur. Apalagi bila teringat jawaban Toto kepada para wartawan yang khusus diundang untuk menyaksikan deklarasi Keraton.

Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, empat kali Toto ditanya tentang sikapnya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jawaban yang diberikan Toto, menurut Eko, seolah tidak mengakui NKRI.

“Jawaban itu bikin saya panas. Saya ngelus dada. Makanya, ya sudah, pada dasarnya saya ini tertipulah,” kata Eko, menyesali diri.

Apa sih sesungguhnya yang membuat Eko sampai terperdaya dengan Keraton Sejagat?

Ini rupanya ada kaitannya dengan organisasi terdahulu bentukan Toto yang bernama Jogja Development Economic Committee (DEC). Tahun 2015, Eko pernah diajak oleh atasannya di kantor desa dulu, Chikmawan, untuk bergabung dengan Jogja DEC yang menyebut diri sebagai organisasi kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi.

Diiming-imingi upah tinggi dalam kurs mata uang asing, Eko pun bergabung, namun sebagai anggota pasif. Jogja DEC mengklaim memiliki pendanaan dari Esa Monetary Fund (ya, EMF kata mereka, bukan IMF yang International Monetary Fund).

EMF itu, kata mereka lagi, adalah badan keuangan tunggal dunia yang berkantor pusat di Swiss. Negeri yang dikenal dengan kerahasiaan bank-banknya itu memang sering disebut-sebut sebagai lokasi penyimpanan harta raja-raja nusantara, meski hal tersebut tak pernah dapat dibuktikan.

Seingat Eko, Jogja DEC eksis sampai 2017. Berdasarkan penelusuran kumparan, Jogja DEC sempat mendirikan cabang di sejumlah daerah, antara lain Lampung Tengah dan Aceh Tengah. Di daerah-daerah itu, DEC menjanjikan ribuan lowongan pekerjaan dan gaji besar bagi orang-orang yang bergabung. Namun Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kemudian melarang organisasi itu.

Eko sendiri belum sempat menerima imbal hasil dari Jogja DEC karena lembaga itu keburu tutup usia lantaran program-programnya mandek sebab kekurangan anggota. Lepas dari Jogja DEC, Eko berjumpa Sunda Empire yang punya kemiripan pola dengan Jogja DEC dan Keraton Agung Sejagat. Bagaimana tidak, sebab ketiganya sama-sama menyinggung aliran dana dari bank di Swiss—negara yang kata mereka menjadi basis Esa Monetary Fund, sumber dana organisasi-organisasi tersebut.

Salah satu akun Twitter atas nama Esa Monetary Fund Nusantara bahkan mencantumkan deskripsi “Sunda Empire, Earth Empire”. Eko tak berminat bergabung dengan Sunda Empire—yang ternyata pernah diikuti oleh Toto Santoso sang Raja Keraton Agung Sejagat. Berikutnya, muncul pula World Empire. Eko kembali tak tertarik.

Tahun berikutnya, 2018, beredar kabar soal Keraton Agung Sejagat di grup WhatsApp Jogja DEC. Eko lagi-lagi diajak bergabung.

“Saya dihubungi lagi, diajak. Keraton Agung Sejagat itu (isinya) dari anggota-anggota Jogja DEC dulu. Banyak (mantan anggota Jogja DEC) yang enggak ikut (karena sebelumnya di Jogja DEC tidak menghasilkan apa-apa),” terang Eko.

Ia menyebut sistem penjaringan anggota Keraton Agung Sejagat mirip skema multilevel marketing (MLM). Nah, kali ini Eko tergiur. Sebab selain gaji, dia juga dijanjikan pangkat.

Meski demikian, Eko mengatakan bahwa faktor ekonomi adalah alasan utamanya untuk bergabung dengan Keraton Agung Sejagat (KAS). Selama ini Eko hidup pas-pasan dari gaji perangkat desa dan hasil bertani. Oleh sebab itu ia mengiyakan ajakan bergabung dengan KAS sebagai sampingan. Setidaknya, semula ia menganggap KAS bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Toto Santoso, Raja Keraton Agung Sejagat, di mata Eko adalah sosok meyakinkan. Sang Sinuhun mampu mengalirkan narasi dengan penuh percaya diri, tanpa terdengar sedikit pun keraguan pada nada bicaranya. Wajar saja bila kemudian banyak orang terbius ucapan Toto. Setidaknya, 450 orang pengikut KAS “terhipnotis” olehnya.

“(Toto) menyampaikan bahwasanya dalam Kitab Jayabaya itu, di Purworejo akan ada keraton. Di (bagian) mana Purworejo (disebut) Bagelen. Jadi cocok, nyambung,” kata Eko soal cocoklogi yang dilakukan Toto untuk menjaring pengikut.

Bagelen yang kini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Purworejo, dulu adalah pusat pemerintahan wilayah sebelum Purworejo didirikan oleh Hindia Belanda. Dahulu kala, Begelen di selatan Purworejo punya nama Pegelen alias Medanggele alias Medang Kamulan—kerajaan yang konon ada di Jawa Tengah.

Guru besar Arkeologi UI Agus Aris Munanadar, mengingatkan masyarakat untuk tak langsung percaya omongan Toto yang menyangkutpautkan Keraton Agung Sejagat dengan Majapahit maupun ramalan kerajaan baru di Purworejo.

“Itu yang disebut pseudohistory. Sejarah dikarang-karang sebagai pembenaran aja,”  kata Agus.

Segala urusan keraton ini akhirnya berbuah pahit bagi Eko. “Saya sadar saya tertipu. Tapi mau berontak, mau ngucap bicara, saya enggak bisa. Semua (anggota) merasakan hal seperti itu,” ujarnya.

Eko juga saat ini hilang kontak dengan Chikmawan, mantan rekannya di kantor desa yang mengenalkannya dengan organisasi Toto Santoso.

Chikmawan, menurut Eko, cukup dekat dengan Toto. Keduanya kerap terlibat dalam beberapa obrolan. Eko memandangnya wajar, karena Chikmawan menjabat sebagai resi atau orang suci di Keraton. Resi Djoyodiningrat adalah nama Chikmawan yang semula hanya diketahui oleh kalangan internal kerajaan.

Keberadaan Chikmawan masih simpang siur hingga kini. Ibunya tak tahu-menahu, sementara beberapa orang lain bilang ia masih di kepolisian, dan yang lain lagi menyebut dia sudah pulang ke rumahnya. Rumah Chikmawan itulah yang menjadi bangunan Keraton Agung Sejagat dan kini dikerumuni masyarakat yang penasaran dengan isinya.

Warga Desa Pogung Juru Tengah menyebut para anggota Keraton Agung Sejagat cenderung tertutup. Dari sekitar 450 pengikut Keraton, ujar warga, hanya empat yang berasal dari desa tersebut. Sisanya berasal dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Bantul, Imogiri, Gunungkidul, bahkan Lampung.

Ada pula pengikut Keraton yang kemudian memilih keluar. Mereka inilah yang kemudian berbicara terbuka kepada warga. Rata-rata merasa sakit hati karena uangnya tidak kembali.

Sementara Bupati Purworejo Agus Bastian yang sempat senang karena Keraton Agung Sejagat menaikkan pamor wilayahnya, kini menerjunkan tim bersama Polda Jawa Tengah untuk menelusuri unsur penipuan Keraton tersebut.

Dari hasil penelusurannya, ada sekitar 60 hingga 70 orang yang terlibat Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Mereka datang dari ragam latar belakang, namun didominasi usia 40 tahun ke atas.

“Enggak main-main. Ada ASN, guru, purnawirawan,” kata Agus .

Ia menambahkan, “(Mereka) tentunya (seharusnya) sudah mengerti dan sudah bisa mencerna apakah (Keraton Agung Sejagat) itu betul atau tidak. Tapi kehebatan dari Pak Toto Santoso ini memang mampu meyakinkan para pengikutnya.”

Sosiolog UGM Suprapto menjelaskan, masyarakat dalam strata apa pun memang bisa saja teperdaya oleh kelompok semacam Keraton Agung Sejagat atau Sunda Empire dan empire-empire lain.

Secara sosial, individu berpendidikan tinggi dan berekonomi mapan tak terjamin bebas dari bujuk rayu orang seperti Toto Santoso.

“Mereka yang bisa diajak dalam kelompok-kelompok tersebut adalah yang secara psikologis tidak dewasa. Emotional quality-nya rendah meskipun (memiliki) IQ tinggi,” kata Suprapto.

Kemunculan Keraton Agung Sejagat, lanjutnya, juga wujud dari teori struktur sosial bahwa manusia akan selalu berusaha mencapai ambang batas yang untuk mencapainya dibutuhkan harta dan takhta. Pada titik ini, jika cara wajar ditempuh, itu artinya mereka belajar dan bekerja. Namun bila tidak, maka cara-cara menyimpang bermunculan.

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari
djfaroff

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari – Ditemukan sebanyak lebih dari tujuh miliar penduduk di muka bumi ini. Tentunya terdapat juga banyak pikiran di dalamnya. Setiap pikiran tersebut tentunya memiliki tujuan dan impiannya masing-masing. Ada kalanya impian dan tujuan seseorang sama dengan orang lain. Apabila beruntung, mereka dapat bertemu dan mendiskusikan impian juga tujuan mereka itu untuk mencapainya bersama hingga terbentuklah suatu organisasi sosial. Dalam kesempatan ini, penulis mengajak pembaca untuk membahas mengenai materi contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Apa itu organisasi sosial? Apa saja contohnya? Tetap simak pembahasan selanjutnya.

Di sisi lain, kata sosial memiliki arti yaitu berkenaan dengan masyarakat atau kepentingan umum. Berdasarkan arti dari kedua kata tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi sosial ialah suatu kesatuan atau susunan yang dibentuk oleh masyarakat, dapat memiliki badan hukum sendiri ataupun tidak berbadan hukum. jenis organisasi ini memiliki fungsi yaitu sarana atau wadah partisipasi masyarakat dalam membangun bangsa dan negara. Sebagai makhluk sosial, sudah menjadi kodrat manusia untuk senantiasa bersama dengan orang lain. Salah satunya dengan menyelenggarakan suatu organisasi sosial guna mencapai tujuan atau cita-cita yang tidak dapat mereka wujudkan sendiri. situs slot

Pengertian Organisasi Sosial

Sebelum kita membahas contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari secara lebih jauh, alangkah baiknya bila kita memahami terlebih dahulu apa itu organisasi sosial. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata organisasi diartikan sebagai kesatuan atau susunan yang terdiri dari bagian-bagian (struktur atau orang) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Organisasi dapat pula diartikan sebagai kelompok kerja sama di antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Adanya organisasi sosial tidak terlepas dari keberadaan norma-norma dalam masyarakat. Nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat merupakan hal yang mulia, diimpikan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Maka dari itu, untuk mewujudkan dan menjalankan nilai sosial itulah, masyarakat merumuskan aturan yang tegas, yaitu norma sosial. Nilai dan norma inilah yang menjadi batas bagi setiap sikap manusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Kumpulan dari nilai dan norma nantinya dapat membentuk sistem norma. Dari sinilah mulanya organisasi sosial terbentuk.

Karakteristik Organisasi Sosial dalam Masyarakat

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari

Berdasarkan pengertian organisasi sosial yang telah dibahas sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa organisasi sosial pasti ada di tengah masyarakat selama masyarakat tersebut masih ingin menegakkan nilai dan norma yang ada di tengah mereka. Organisasi sosial yang ada di masyarakat sendiri tentunya memiliki karakter yang berbeda dengan unsur masyarakat lainnya. Di bawah ini penulis uraikan beberapa karakteristik organisasi sosial dalam masyarakat menurut Steiner dan Berelson (1964):

Hierarki, yaitu terdapat pola wewenang dan kekuasaan yang terstruktur, menyerupai piramida atau dengan kata lain, terdapat orang-orang atau bagian tertentu yang wewenang dan kekuasaannya lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang atau bagian yang lainnya.

Formalitas, yaitu di dalam organisasi sosial terdapat aturan, prosedur, ketetapan, kebijakan, strategi, tujuan, dan lain sebagainya sebagai panduan dari jalannya organisasi sosial tersebut. Tanpa adanya hal-hal tersebut, maka organisasi sosial akan kacau dan mudah goyah.

Ukuran Organisasi, di dalam organisasi yang memiliki anggota dalam jumlah besar, hubungan di antara anggota cenderung kurang intens. Maka dari itu, umumnya organisasi yang efektif adalah yang berukuran kecil.

Durasi, yaitu keberadaan suatu organisasi pasti durasinya lebih lama dibandingkan dengan durasi anggotanya yang bergabung di dalam organisasi tersebut.

Selain karakteristik yang telah disampaikan di atas, terdapat beberapa karakteristik lain yang umumnya dimiliki oleh sebuah organisasi sosial, misalnya yaitu terdapatnya aturan atau batasan operasional organisasi dan identitas yang jelas, serta pembagian peran dan status dari anggota organisasi secara jelas.

Contoh Organisasi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Organisasi sosial merupakan salah satu unsur masyarakat yang tidak akan pernah terlepas dari keberadaan masyarakat itu sendiri. Maka dari itu, terdapat begitu banyak contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita temui. Agar pembaca lebih memahami apa itu organisasi sosial, di bawah ini penulis sampaikan beberapa contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari:

Panti Asuhan

Panti asuhan ialah salah satu contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang umum kita temui di lingkungan sekitar kita. Panti asuhan sangat penting keberadaannya dalam rangka membantu negara untuk mengurus anak-anak yang terlantar. Di dalam panti asuhan juga biasa diadakan pendidikan karakter, mengingat betapa pentingnya pendidikan karakter bagi setiap manusia.

Partai Politik

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari

Seperti yang kita tahu, terdapat banyak sekali partai politik yang ada di dunia ini. Di indonesia sendiri, terdapat puluhan partai politik yang senantiasa berlaga di setiap pesta politik. Partai politik ialah sebuah organisasi yang memiliki fokus di dalam dunia yang berhubungan dengan perumusan kebijakan publik yang akan memiliki dampak teramat besar bagi masyarakat.

Fungsi dari partai politik di dalam masyarakat yaitu sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi atau keinginan mereka. Selain itu, partai politik juga merupakan salah satu sarana bagi rakyat untuk dapat menjadi pemimpin atau pemerintah. Dalam kasus di indonesia sendiri, untuk dapat menjadi presiden kita harus diusung oleh satu atau beberapa partai politik.

Lembaga Swadaya Masyarakat

Salah satu contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari lainnya yaitu lembaga swadaya masyarakat. Ia merupakan lembaga yang bersifat sangat merakyat karena didirikan oleh berbagai unsur masyarakat untuk mencapai tujuannya. Fungsi lembaga swadaya masyarakat (LSM) sendiri yaitu untuk mengatasi berbagai masalah sosial melalui tangan masyarakat. Terdapat berbagai bidang dimana LSM dapat bergerak, mengingat banyaknya permasalahan sosial yang terjadi. Hingga saat ini, setidaknya terdapat puluhan ribu LSM yang berkembang di negara ini.

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Contoh organisasi sosial ini merupakan salah satu organisasi yang diluncurkan oleh pemerintah dalam rangka mencapai kesejahteraan di tengah keluarga indonesia. Keluarga merupakan unit terkecil suatu negara yang menjadi pilar berdirinya negara ini. Maka dari itu, diadakanlah sebuah program berbentuk organisasi yang disebut PKK atau Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Cikal bakal dari organisasi ini sendiri sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 1957. Terdapat 10 program pokok dari PKK, yaitu pengamalan nilai-nilai dasar Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, dan lain sebagainya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bersama, jumlah penduduk indonesia sangatlah banyak. Penduduk merupakan konsumen dari berbagai produk yang dijual di pasaran. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya organisasi sosial yang mengkhususkan diri untuk melindungi konsumen. Di sisi lain, kesadaran penduduk indonesia untuk menjadi konsumen cerdas masih rendah, sehingga tugas YLKI dalam mencerdaskan konsumen indonesia semakin berat.

Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi ialah perserikatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan para anggotanya melalui cara-cara yang lebih bersahabat. Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu contoh organisasi sosial yang juga berhubungan dengan bidang ekonomi. Koperasi yang paling umum ditemui ialah koperasi simpan pinjam.

Lembaga Bantuan Hukum

Banyak rakyat indonesia yang terjerat kasus hukum namun tidak mampu menyewa pembela hukum untuk membela diri mereka. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) merupakan salah satu contoh organisasi sosial yang bergerak untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam menangani kasus hukum mereka.

Panti Jompo

Panti jompo merupakan tempat penampungan bagi orang-orang tua yang terlantar. Seperti janji negara dalam UUD 1945, setiap penduduk yang terlantar merupakan tanggung jawab negara. Maka dari itu, diadakanlah panti jompo dengan susunan organisasinya sendiri. Bukan hanya negara yang menjadi donatur dalam operasional panti jompo, rakyat biasa pun bisa membantu.

Karang Taruna

Pemuda merupakan pilar bangsa. Mereka merupakan penerus generasi bangsa ini. Di indonesia, kita mengenal sebuah organisasi sosial yang digagas dan dijalankan oleh para pemuda, yaitu karang taruna. Biasanya karang taruna ini bergerak di bidang kesejahteraan sosial, misalnya dengan mengadakan pembinaan atau pemberdayaan yang berupaya menumbuhkan kegiatan ekonomis di daerahnya.

Sistem Keamanan Lingkungan

Sistem Keamanan Lingkungan biasa dikenal sebagai Siskamling. Keberadaan Siskamling ini sangat penting di dalam masyarakat. Ia berfungsi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Siskamling juga mempermudah tugas kepolisian RI yang tidak dapat mencapai daerah yang lebih terpencil lagi. Biasanya yang menjadi petugas siskamling adalah laki-laki yang berusia di atas 17 tahun.

Pemaparan di atas merupakan penjelasan mengenai contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang dapat penulis sampaikan kepada pembaca dalam kesempatan yang indah kali ini. Semoga dengan membaca artikel ini pembaca dapat memahami apa itu organisasi sosial beserta contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dari penjelasan di atas pula kita dapat mengetahui bahwa adanya organisasi sosial merupakan hal yang penting untuk mencapai keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Selain itu, adanya organisasi sosial di negara ini juga memungkinkan tujuan pembangunan nasional dapat tercapai dengan baik dan melibatkan masyarakat. Sekian, sampai jumpa pada kesempatan yang lain dan semoga kesuksesan senantiasa mengiringi langkah pembaca.