Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat
djfaroff

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat – Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Suatu organisasi terdiri dari berbagai macam kepentingan, karakter dan watak manusia yang saling berbeda satu sama lain. Kepentingan , karakter dan watak itulah yang membentuk sifat masing-masing orang.

Namun semua itu juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana mereka tinggal. slot online indonesia

Suatu organisasi memerlukan suatu loyalitas kerja masing-masing anggotanya terutama dalam bentuk profesionalitas kerja.

Dalam hal ini profesionalitas yang dimaksud adalah mengerjakan tugasnya di dalam organisasi sesuai dengan peran, fungsi dan tanggung jawab yang telah diterimanya.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Selama pengalaman dalam berorganisasi secara umumnya bertemu orang-orang yang memiliki karakter bermacam-macam.

Baik atau tidaknya karakter tergantung kalian yang tentukan, artikel ini hanya akan mengulas beberapa karakter itu berdasarkan pengalaman.

1. Tipe Ekor (Hanya ingin ikut teman)

Sebagai tipe ini, orang akan mendaftar di organisasi jika teman yang dikenalnya masuk mendaftar juga di organisasi tertentu. Biasanya alasannya supaya tidak malu malu atau lebih percaya diri karena sudah punya teman yang dikenal, meskipun sebenarnya kalau masuk organisasi akan punya teman atau kenalan yang banyak. Jenis yang parah dari tipe ini adalah, ketika temannya keluar dari organisasi dia juga ikut keluar.

2. Tipe friendly and easy going (Ingin menambah teman)

Sebagai tipe ini, tak peduli berapa teman yang Ia miliki, Ia akan tetap menambah teman dengan mendaftar organisasi. Ini salah satu tujuan dari organisasi sebenarnya.

Tipe ramah seperti ini akan cepat beradaptasi dengan orang-orang di organisasi tersebut. Biasanya tipe ini salah satu jenis organisatoris yang akan aktif berkegiatan dan dapat diandalkan.

3. Tipe Hunter (Ingin cari pasangan)

Tipe ini biasanya tidak atau kurang nampak, karena jarang atau tidak mungkin orang akan terang-terangan mengatakan tujuannya berorganisasi adalah cari pacar.

 Tipe ini biasanya mereka yang sangat mendambakan kekasih, dan tak jarang ada yang menyeleksi diam-diam satu persatu orang-orang dalam organisasi yang pantas atau  menjadi pacarnya, dan biasanya seleranya tinggi seperti cantik atau cakep, berwibawa dan pintar.

4. Tipe Pencitraan (tau sendiri kan maksudnya)

Tau sedikit tapi bicaranya banyak, pernah nggak temui teman yang seperti itu? Bicaranya selangit dan teoritis tapi tidak membawa fakta dan hanya bermodalkan informasi sekilas angin tanpa tau benar atau tidaknya.

Terkadang tipe ini pemikirannya sempit, tidak bijaksana, egois, gampang emosian atau marah, dan hanya menganggap cuman dirinya yang benar.

Siapa sangka kata-kata nya yang dia ucapkan hanya obralan untuk sebuah pencitraan bahwa mereka adalah sang organisator kritis dan paling hebat, padahal hi hi hi (yang kayak gini sering saya dapatkan) tong kosong nyaring bunyinya.

5. Tipe panas-panas tahi ayam (panasnya setengah-setengah)

Tipe ini juga banyak, mungkin kata lainnya adalah untuk coba-coba (buat organisasi kok coba-coba) tipe ini mungkin bisa dikatakan belum mendapatkan hidayah atau makna organisasi sebenarnya.

Kadang masuk mendaftar organisasi, tapi pas di tengah jalan mengundurkan diri atau malah menghilang tak muncul dan tak berkabar.

Paling banya alasan dari tipe ini adalah faktor kemalasan, jenuh, organisasi yang kurang cocok, ada orang yang ia tak suka atau musuhi dalam organisasi tersebut,dll.

Tahap parah dari tipe ini yaitu kalau kebiasaan setengah-setengahnya berulang-ulang, misalnya mereka baru muncul lagi saat ada pemilihan dalam organisasi atau ada kegiatan seru yang sedang dilaksanakan. Ckckckckck. Jangan begitu yah!

6. Tipe Penguasa (hanya mau jabatan)

Tipe ini biasanya agak sedikit memiliki karakter tipe pencitraan. Biasanya pula Ia hanya ingin aktif karena mengejar sebuah kedudukan, karena baginya memegang jabatan dalam organisasi adalah pencapaian yang penting.

Yang hal parah dari tipe ini, jika Ia tidak mendapatkan jabatan tertentu atau mungkin tidak terpilih menjadi ketua dari suatu organisasi, Ia langsung menghilang dan meninggalkan organisasi tersebut, kemungkinan karena eksistensinya sudah berkurang.

7. Tipe penyebar jaring (punya banyak organisasi)

Tipe ini, seperti judulnya, adalah mereka yang mendaftar lebih dari satu organisasi bahkan mungkin sangat banyak.

 Positifnya, Ia akan mendapatkan kenalan dimana-dimana, memiliki kegiatan yang banyak.

Negatifnya, jika Tipe ini tidak memiliki kemampuan mengatur waktu ataupun kemampuan fisik yang baik, maka efek samping akan menyerang dirinya sendiri, misalnya terlalu lelah, semua urusan jadi berantakan, tidak fokus terhadap satu organisasi yang membuat dia tampak setengah-setengah dalam berorganisasi.

8. Tipe penistaan (selalu menyalahkan organisasi)

Jadi tipe ini kerjanya hanya menyalahkan organisasi terus, pokoknya salah terus..yang ada hanya mengganggu kepentingan pribadinya, berarti Ia juga tidak akan mendapatkan hidayah dan manfaat berorganisasi.

9. Tipe one is enough (yang penting ada)

Tipe ini bukan tipe yang buruk, tipe ini adalah mereka yang mendaftar hanya di satu organisasi saja.

Mungkin mereka berpikir satu saja cukup, atau hanya ingin fokus di satu bidang organisasi, ini tentu wajar, biasanya tipe ini memiliki loyal yang tinggi terhadap organisasinya.

Hanya saja ada juga dari tipe ini yang sebenarnya tidak menyukai berorganisasi, tapi karena sebuah alasan dia mendaftar saja salah satu organisasi yang penting ada.

Kehadirannya di organisasi pun biasanya sebatas listener, yang penting hadir dan tidak perlu banyak berkomentar dalam setiap pertemuan.

Dan terkadang tipe ini susah ditebak karena mungkin lebih pendiam jika dalam organisasi.

10. Tipe “Organisatoris Sejati”

Sebenarnya tidak ada kemutlakan dari penilaian yang mana sebenarnya organisatoris sejati. Hanya saja Saya mencoba merangkumkan yang mana bisa tergolong orang-orang yang baik dalam organisasi.

Alasan Seseorang Mengikuti Organisasi Dalam Masyarakat

Seorang organisatoris sejati akan selalu menjaga lisan dan perbuatannya untuk dirinya dan organisasinya. Setiap pendapat yang dikeluarkan akan berusaha Ia pikirkan terdahulu.

Biasanya tipe ini memiliki wibawa yang baik, cerdas, dan memiliki teknik manajemen yang baik. Bisa memimpin dan juga bisa dipimpin, jauh dari zona-zona pencitraan dan pendapat yang menggebu-gebu.

Biasanya mereka adalah orang-orang yang berintegritas tinggi, yakni ucapan dan tindakannya selalu selaras. Selama Mereka terlepas dari sifat sombong, tipe ini akan disukai banyak orang dalam organisasi tersebut.

Tipe seperti ini, akan selalu aktif dalam setiap kegiatan organisasi, menyumbangkan tenaga dan pikiran atau kebutuhan organisasi lainnya.

Tipe seperti ini biasanya yang paling banyak diusung menjadi pemimpin organisasi karena eksistensinya yang bermanfaat dan menonjol.

Mereka juga akan sangat mencintai organisasinya, bahkan setelah mereka demisioner, bahkan juga jika sudah menjadi alumni tipe ini akan berkontribusi dalam bentuk kegiatan yang bisa melibatkan dirinya.