djfaroff

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme
djfaroff

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme – Anggota Demokratik Suriah juga mengeluarkan sebuah  pengumuman mengenai kehancuran yang terjadi pada seluruh jaringan pada kelompok teroris, Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) beberapa waktu lalu. Pengumuman ini seakan-akan menjadi sebuah akhir dari sebuah perjuangan  dan  juga pertempuran yang lama terhadap para anggota ISIS. Walaupun demikian sesudah keruntuhan ISIS tersebut, yang menjadi tantangan tervesarnya ialah ideologi radikalisme agar tidak membawa pengaruh kepada masyarakat dan juga mennetang lahirnya kekerasab baru di Indonesia. 

Dikarenakan unsur-unsur ideologi yang begitu melekat pada kumpulan ISIS yang berada di Tanah Air tidak mudah luntur. Dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia seperti Nu dan juga MUuhammadiyah menganut paham moderat, tetapi nampaknya mereka belum secara maksimal menolong mengikiskan radikalisme yang berkembang di masyarakat. Yang menjadi salah satu penyebabnya dikarenakan pada masing-masing organisasinya bergerak sendiri pada lingkungan mereka ataupun mereka merasa tidak diikutsertakan secara formal pada program deradikalisasi. Sebagai contoh, Nahdlatul Ulama. sbobet88

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme

Wakil Ketua PBNU As’ad Said Ali menuturkan bahwa NU sudah membantu melakukan program deradikalisasi namun ini melewati aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada kalangan internal organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia. NU tanpa adanya program tersebut pun sudah melakukan sendiri karena kita akan merasa sebagi pihak yang akan dipaksa juga mengenai paham-paham yang kita sebut transnasional.

Dan selainnya NU juga telah diajak oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau dikenal dengan BNPT yang berperan untuk memberantas radikalisme namun upaya tersebut belum maksimal. Segala anggarannya harus jelas dan peranan yang jelas juga. Kalau hanya sekedar mengenai ceramahnya saja tidak memiliki sebuah manfaat, begitulah kata wakil kepala BIN yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU.

Jadi apabila tidak memiliki strategio dan sasaran yang jelas, hubungan kerja sama organisasi masyarakat dengan BNPT atau kepolisian tidak akan berjalan secara maksimal. Maka itu, organisasi massa keagamaan sepwrti organisasi NU, Muhammadiyah dan juga ormas yang lainnya di Indonesia yang memiliki peraqn cukup bagus untuk ikut dan mewaspadai, membendung, dan menangkal berkembangnya ideologi-ideologi  radikal atau paham yang mengandung kekerasan dari anggota ISI di Indonesia yang sebelumnya ingin mendeklarasikan khilafah.

Banyak yang mengira bahwa ormas-ormas seperti diantaranya NU, Muhammadiyah dan juga organisasi masyarakat lainnya yang memiliki peran strategis dalam membendung ideologi ISIS tersebut. Dikarenakan salah satu keunggulan ormas tersebut yaitu memiliki basis konstituen secara nyata dan juga jelas. Organisasi masyarakat ini diharuskan untuk terlibat secara aktif, seperti pada level hulu pada artian yang turut terlibat dalam merumuskan segala kebijakan termasuk juga dalam upaya membendung di level apakah itu di Undang-Undang ataupun peraturan,  ujar

Ormas dan Tokoh Agama Memiliki Peran Strategis Menanggapi Radikalisme

para peneliti yang berada di Lembaga Penelitian, Pedndidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).

Dikatakan Adnan, ormas juga harus terlibat secara aktif untuk memasukkan prioritas bahwa pencegahan untuk melarang organisasi radikal seperti ISIS ini harus menjadi semacam platform atau program yang secara intensif mereka lakukan baik di dalam forum-forum organisasinya maupun aksi-aksi yang bisa mereka lakukan baik aksi pencegahan maupun aksi penegakan hukum untuk membantu pemerintah.

“Peran ormas ini tidak dimiliki negara lain. Karena di negara lain peran ormas sangat kurang terlihat. Sementara di Indonesia, ormas itu sangat strategis karena lahir bersama masyarakat. Apalagi ormas punya jangkauan untuk mencegah dan mengadang berbagai macam pembesaran paham ideologi seperti itu, karena mereka memiliki basis massa yang jelas dan terukur jumlahnya,” kata tokoh muda Nahdlatul Ulama ini.

Tidak hanya ormas, Adnan juga telah melihat tokoh agama atau mubalig yang mempunyai wawasan Islam Moderat juga memiliki peran penting dalam membendung ideologi kekerasan tersebut pada masyarakat. Dikarenakan, tokoh agama atau mubalig-mubalig juga sering langsung terjun ke lingkungan masyarakat dimana mereka sering mengsosialisasikan mengenai bahaya dari penyebaran ajaran Isis. “Tentunya ini akan sangat menarik. Jadi kekuatan dari arus yang berasal dari atas ataupun bawah secara bersama-sama menjadikan Isis sebagai suatu ideologi yang berbahaya. 

Organisasi masyarakat bersama dnegan tokoh agama sama-sama melindungi masyarakatnya, begitulah kata alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini. Apabila peranan ormas dan para tokoh agama yang dapat saling di sinergikan tentunya dapat menjadi kekuatan yang berlapis dan akan sulit untuk ditembus. Mantan wakil Sekjen PBNU ini mengungkapkan bahwa model yang seperti ini baik pada ormas dan masyarakatnya sama-sama membentengi dirinya dengan berbagai kegiatan yang sifatnya akan preventif ataupun kegiatan yang sifatnya ikut aksi dalam pencegahan tersebut. Jadi ikut beraksi dalam pemberantasan model ideologi radikal seperti pada yang terjadi dalam organisasi ISIS.

Adnan juga menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi untuk memperkuat masyarakat baik dimulai pada keluarga inti sampai masyarakat sekitar bahwa ideologi kekerasan seperti yang dilakukan ISIS tersebut sangat berbahaya. Bahkan pada sebagian di negara Timur Tengah, terdapat semaca  sosialisasi pada negara yang materainya dipakai untuk pendidikan dalam keluarga. Modelnya seperti pada pendidikan keluarga pada zaman dulu seperti P4, dimana bentuknya seperti itu, konvensional diintervensi melalui pertemuan warga, RT ataupun RW,  pertemuan kerukunan dan sebagainya namun isi dari materinya tersebut ialah memberi tahu tentang bahayanya ISIS.

 Dan itu cukup efektif dan berhasil memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk waspada  Jadi masuk dalam materi prioritas pendidikan keluarga. Pendidikan dan penguatan keluarga, dan itu relatif berhasil. Sehingga ada  benteng yang sifatnya langsung ke masyarakat,” katanya.

Tidak hanya itu, menurutnya lembaga pendidikan perlu membentengi para siswanya tidak mudah termakan bujuk rayu yang dilakukan oleh ISIS. Dihubungkan dengan materi dan konten ini para pelajar yang sangat bergantung dengan gurunya. Khusus untuk soal guru ini pemerintah harus memiliki perhatian khusus, karena guru ini adalah media yang paling efektif untuk mempengaruhi cara berpikirnya pelajar ini. Jadikan diperlukan semacam pembinaan dan pemantauan guru-guru yang rutin dilakukan oleh instansi yang berhubung seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama untuk selalu melakukan sosialisasi bahaya penyebaran bahaya radikalisme. ISIS ini di kalangan guru. Karena guru ini adalah sumber informasi pertama bagi seorang murid ini. Diharapkan ideologi seperti ini tidak muncul dari kalangan para guru.

Terkait dengan kemungkinan adanya warga Indonesia yang sudah terlanjur berhijrah ke Suriah lalu mereka ingin kembali ke Tanah Air, Adnan mengatakan perlu instrumen deradikalsiasi dari pemerintah. Selain itu juga harus dilakukan pemilahan yakni mana warga yang berangkat karena awam akibat korban propaganda dan mana yang berangkat karena kombatan.

“Kalau yang berangkat karena terpengaruh propaganda  mungkin bisa dilakukan upaya pendekatan deradikalisasi. Perlu dilakukan pendekatan dengan ideologi bangsa kita agar kelompok ini ideologinya akan kembali pulih untuk cinta pada NKRI. Dan harus berkesinambungan,” ujarnya.

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax
djfaroff

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax – Setyo Eko Pratolo betul-betul menyesali keputusannya. Lelaki 58 tahun itu malu dan merugi gara-gara bergabung dengan Keraton Agung Sejagat. Apalagi Eko merupakan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pogung Juru Tengah, Purworejo. Walhasil, dia mendapat sorotan lebih banyak dari masyarakat sekitar ketimbang anggota keraton yang lain.

Di desa Eko itulah Keraton Agung Sejagat berdiri. Eko lantas menceritakan pengalamannya menjadi pengikut Keraton. Berbicara lirih sembari duduk di kursi kayu halaman rumahnya, Eko beberapa kali menghela napas seraya menahan air mata. slot88

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax

Eko kadung tertipu oleh Toto Santoso, pria yang menghabiskan diri sebagai Raja Keraton Agung Sejagat. Kepada Bendahara Keraton bernama Sarwono yang juga warga desa itu, Eko menyetorkan uang sekitar Rp 8,5 juta. Duit tersebut semula ia harapkan bakal kembali berlipat ganda. Namun ia curiga  uang itu kini raib, sebab Sarwono tak pernah terlihat lagi, sedangkan Raja dan Ratu Keraton malah diciduk aparat.

“Uang segitu saya pinjamkan (ke Keraton). Akhirnya kayak gini, apa enggak pusing saya?” ucap Eko kepada kumparan di Purworejo, Kamis (16/1).

Menurutnya, duit Rp 8,5 juta itu digunakan antara lain untuk mendaftar menjadi anggota Keraton sejumlah Rp 2 juta, membeli seragam Keraton Rp 2-3 juta, kirab dan sidang Keraton Rp 2,3 juta, dan konsumsi serta buku panduan senilai Rp 2 juta.

Besaran biaya pendaftaran, tutur Eko, akan memengaruhi jabatan seseorang di kerajaan tersebut. Eko yang menyetor Rp 2 juta saat mendaftar, berhak mendapat pangkat bintang tiga atau setara dengan letnan jenderal.

“Bintang satu harganya segini, bintang dua segini, bintang tiga segini. Bodohnya (saya) karena memang tidak paham,” ujar Eko.

Ada empat kelompok bintang yang bisa dipilih setiap anggota Keraton Agung Sejagat. Bintang empat, tingkatan tertinggi, hanya diisi sekitar 14 orang. Mereka berhak atas jabatan resi alias penasihat kerajaan.

Sementara bintang tiga, dua, dan satu, belum mendapat posisi spesifik. Rencananya, pembagian peran antara ketiga level bintang itu akan dilakukan usai sidang kerajaan pada 11-12 Januari 2020, bersamaan dengan jadwal pencairan gaji pertama mereka.

Apa boleh buat, sidang keraton yang ditutup dengan konferensi pers deklarasi keraton justru menjadi awal huru-hara. Dua hari kemudian, Selasa (14/1), Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat ditangkap polisi. Mereka dituding berbuat onar, menebar kebohongan, dan menipu. Keduanya dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 378 KUHP.

Munculnya Organisasi Keraton Sejagat Dalam Menyebarkan Hoax

Eko pun batal menjadi letnan jenderal seperti yang ia angankan. Eko sebetulnya sudah mengendus bau busuk Keraton Agung Sejagat sejak akhir 2019 atau sebulan sebelum Sidang Keraton. Ia, misalnya, merasa legalitas Keraton tidaklah jelas. Itu sebabnya ia sempat ingin keluar, namun entah kenapa selalu urung terlaksana.

“Saya sendiri merasakan apakah ini yang namanya hipnotis, cuci otak, atau apa?” kata Eko. Ia seolah kebingungan dengan kondisinya sendiri yang tak bisa memutuskan hengkang dari Keraton meski dalam hati ingin melakukannya.

Kecurigaan Eko pada Keraton Agung Sejagat memuncak ketika sang raja yang disebut “Sinuhun” alias “Baginda” itu menyebut hal-hal yang menurutnya di luar logika saat sidang berjalan, dari mulai status Keraton Agung Sejagat yang membawahi Perserikatan Bangsa-Bangsa sampai kedudukan Keraton yang menguasai seluruh dunia.

Eko jadi terheran-heran. “Pertama, kok bisa sampai mendunia? Kerajaan (kok katanya) menguasai negara-negara? Kedua, yang ikut Sidang (Keraton saat itu) nanti akan mendapat gaji. Sumber dananya dari mana?” Eko benar-benar tak habis pikir.

Usai Sidang Keraton pada Minggu (12/1), Eko langsung menanggalkan seragamnya dan bergegas pulang. Sampai di rumah, dia tak bisa tidur. Apalagi bila teringat jawaban Toto kepada para wartawan yang khusus diundang untuk menyaksikan deklarasi Keraton.

Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, empat kali Toto ditanya tentang sikapnya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jawaban yang diberikan Toto, menurut Eko, seolah tidak mengakui NKRI.

“Jawaban itu bikin saya panas. Saya ngelus dada. Makanya, ya sudah, pada dasarnya saya ini tertipulah,” kata Eko, menyesali diri.

Apa sih sesungguhnya yang membuat Eko sampai terperdaya dengan Keraton Sejagat?

Ini rupanya ada kaitannya dengan organisasi terdahulu bentukan Toto yang bernama Jogja Development Economic Committee (DEC). Tahun 2015, Eko pernah diajak oleh atasannya di kantor desa dulu, Chikmawan, untuk bergabung dengan Jogja DEC yang menyebut diri sebagai organisasi kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi.

Diiming-imingi upah tinggi dalam kurs mata uang asing, Eko pun bergabung, namun sebagai anggota pasif. Jogja DEC mengklaim memiliki pendanaan dari Esa Monetary Fund (ya, EMF kata mereka, bukan IMF yang International Monetary Fund).

EMF itu, kata mereka lagi, adalah badan keuangan tunggal dunia yang berkantor pusat di Swiss. Negeri yang dikenal dengan kerahasiaan bank-banknya itu memang sering disebut-sebut sebagai lokasi penyimpanan harta raja-raja nusantara, meski hal tersebut tak pernah dapat dibuktikan.

Seingat Eko, Jogja DEC eksis sampai 2017. Berdasarkan penelusuran kumparan, Jogja DEC sempat mendirikan cabang di sejumlah daerah, antara lain Lampung Tengah dan Aceh Tengah. Di daerah-daerah itu, DEC menjanjikan ribuan lowongan pekerjaan dan gaji besar bagi orang-orang yang bergabung. Namun Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kemudian melarang organisasi itu.

Eko sendiri belum sempat menerima imbal hasil dari Jogja DEC karena lembaga itu keburu tutup usia lantaran program-programnya mandek sebab kekurangan anggota. Lepas dari Jogja DEC, Eko berjumpa Sunda Empire yang punya kemiripan pola dengan Jogja DEC dan Keraton Agung Sejagat. Bagaimana tidak, sebab ketiganya sama-sama menyinggung aliran dana dari bank di Swiss—negara yang kata mereka menjadi basis Esa Monetary Fund, sumber dana organisasi-organisasi tersebut.

Salah satu akun Twitter atas nama Esa Monetary Fund Nusantara bahkan mencantumkan deskripsi “Sunda Empire, Earth Empire”. Eko tak berminat bergabung dengan Sunda Empire—yang ternyata pernah diikuti oleh Toto Santoso sang Raja Keraton Agung Sejagat. Berikutnya, muncul pula World Empire. Eko kembali tak tertarik.

Tahun berikutnya, 2018, beredar kabar soal Keraton Agung Sejagat di grup WhatsApp Jogja DEC. Eko lagi-lagi diajak bergabung.

“Saya dihubungi lagi, diajak. Keraton Agung Sejagat itu (isinya) dari anggota-anggota Jogja DEC dulu. Banyak (mantan anggota Jogja DEC) yang enggak ikut (karena sebelumnya di Jogja DEC tidak menghasilkan apa-apa),” terang Eko.

Ia menyebut sistem penjaringan anggota Keraton Agung Sejagat mirip skema multilevel marketing (MLM). Nah, kali ini Eko tergiur. Sebab selain gaji, dia juga dijanjikan pangkat.

Meski demikian, Eko mengatakan bahwa faktor ekonomi adalah alasan utamanya untuk bergabung dengan Keraton Agung Sejagat (KAS). Selama ini Eko hidup pas-pasan dari gaji perangkat desa dan hasil bertani. Oleh sebab itu ia mengiyakan ajakan bergabung dengan KAS sebagai sampingan. Setidaknya, semula ia menganggap KAS bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Toto Santoso, Raja Keraton Agung Sejagat, di mata Eko adalah sosok meyakinkan. Sang Sinuhun mampu mengalirkan narasi dengan penuh percaya diri, tanpa terdengar sedikit pun keraguan pada nada bicaranya. Wajar saja bila kemudian banyak orang terbius ucapan Toto. Setidaknya, 450 orang pengikut KAS “terhipnotis” olehnya.

“(Toto) menyampaikan bahwasanya dalam Kitab Jayabaya itu, di Purworejo akan ada keraton. Di (bagian) mana Purworejo (disebut) Bagelen. Jadi cocok, nyambung,” kata Eko soal cocoklogi yang dilakukan Toto untuk menjaring pengikut.

Bagelen yang kini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Purworejo, dulu adalah pusat pemerintahan wilayah sebelum Purworejo didirikan oleh Hindia Belanda. Dahulu kala, Begelen di selatan Purworejo punya nama Pegelen alias Medanggele alias Medang Kamulan—kerajaan yang konon ada di Jawa Tengah.

Guru besar Arkeologi UI Agus Aris Munanadar, mengingatkan masyarakat untuk tak langsung percaya omongan Toto yang menyangkutpautkan Keraton Agung Sejagat dengan Majapahit maupun ramalan kerajaan baru di Purworejo.

“Itu yang disebut pseudohistory. Sejarah dikarang-karang sebagai pembenaran aja,”  kata Agus.

Segala urusan keraton ini akhirnya berbuah pahit bagi Eko. “Saya sadar saya tertipu. Tapi mau berontak, mau ngucap bicara, saya enggak bisa. Semua (anggota) merasakan hal seperti itu,” ujarnya.

Eko juga saat ini hilang kontak dengan Chikmawan, mantan rekannya di kantor desa yang mengenalkannya dengan organisasi Toto Santoso.

Chikmawan, menurut Eko, cukup dekat dengan Toto. Keduanya kerap terlibat dalam beberapa obrolan. Eko memandangnya wajar, karena Chikmawan menjabat sebagai resi atau orang suci di Keraton. Resi Djoyodiningrat adalah nama Chikmawan yang semula hanya diketahui oleh kalangan internal kerajaan.

Keberadaan Chikmawan masih simpang siur hingga kini. Ibunya tak tahu-menahu, sementara beberapa orang lain bilang ia masih di kepolisian, dan yang lain lagi menyebut dia sudah pulang ke rumahnya. Rumah Chikmawan itulah yang menjadi bangunan Keraton Agung Sejagat dan kini dikerumuni masyarakat yang penasaran dengan isinya.

Warga Desa Pogung Juru Tengah menyebut para anggota Keraton Agung Sejagat cenderung tertutup. Dari sekitar 450 pengikut Keraton, ujar warga, hanya empat yang berasal dari desa tersebut. Sisanya berasal dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Bantul, Imogiri, Gunungkidul, bahkan Lampung.

Ada pula pengikut Keraton yang kemudian memilih keluar. Mereka inilah yang kemudian berbicara terbuka kepada warga. Rata-rata merasa sakit hati karena uangnya tidak kembali.

Sementara Bupati Purworejo Agus Bastian yang sempat senang karena Keraton Agung Sejagat menaikkan pamor wilayahnya, kini menerjunkan tim bersama Polda Jawa Tengah untuk menelusuri unsur penipuan Keraton tersebut.

Dari hasil penelusurannya, ada sekitar 60 hingga 70 orang yang terlibat Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Mereka datang dari ragam latar belakang, namun didominasi usia 40 tahun ke atas.

“Enggak main-main. Ada ASN, guru, purnawirawan,” kata Agus .

Ia menambahkan, “(Mereka) tentunya (seharusnya) sudah mengerti dan sudah bisa mencerna apakah (Keraton Agung Sejagat) itu betul atau tidak. Tapi kehebatan dari Pak Toto Santoso ini memang mampu meyakinkan para pengikutnya.”

Sosiolog UGM Suprapto menjelaskan, masyarakat dalam strata apa pun memang bisa saja teperdaya oleh kelompok semacam Keraton Agung Sejagat atau Sunda Empire dan empire-empire lain.

Secara sosial, individu berpendidikan tinggi dan berekonomi mapan tak terjamin bebas dari bujuk rayu orang seperti Toto Santoso.

“Mereka yang bisa diajak dalam kelompok-kelompok tersebut adalah yang secara psikologis tidak dewasa. Emotional quality-nya rendah meskipun (memiliki) IQ tinggi,” kata Suprapto.

Kemunculan Keraton Agung Sejagat, lanjutnya, juga wujud dari teori struktur sosial bahwa manusia akan selalu berusaha mencapai ambang batas yang untuk mencapainya dibutuhkan harta dan takhta. Pada titik ini, jika cara wajar ditempuh, itu artinya mereka belajar dan bekerja. Namun bila tidak, maka cara-cara menyimpang bermunculan.

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari
djfaroff

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari – Ditemukan sebanyak lebih dari tujuh miliar penduduk di muka bumi ini. Tentunya terdapat juga banyak pikiran di dalamnya. Setiap pikiran tersebut tentunya memiliki tujuan dan impiannya masing-masing. Ada kalanya impian dan tujuan seseorang sama dengan orang lain. Apabila beruntung, mereka dapat bertemu dan mendiskusikan impian juga tujuan mereka itu untuk mencapainya bersama hingga terbentuklah suatu organisasi sosial. Dalam kesempatan ini, penulis mengajak pembaca untuk membahas mengenai materi contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Apa itu organisasi sosial? Apa saja contohnya? Tetap simak pembahasan selanjutnya.

Di sisi lain, kata sosial memiliki arti yaitu berkenaan dengan masyarakat atau kepentingan umum. Berdasarkan arti dari kedua kata tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi sosial ialah suatu kesatuan atau susunan yang dibentuk oleh masyarakat, dapat memiliki badan hukum sendiri ataupun tidak berbadan hukum. jenis organisasi ini memiliki fungsi yaitu sarana atau wadah partisipasi masyarakat dalam membangun bangsa dan negara. Sebagai makhluk sosial, sudah menjadi kodrat manusia untuk senantiasa bersama dengan orang lain. Salah satunya dengan menyelenggarakan suatu organisasi sosial guna mencapai tujuan atau cita-cita yang tidak dapat mereka wujudkan sendiri. http://www.shortqtsyndrome.org/

Pengertian Organisasi Sosial

Sebelum kita membahas contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari secara lebih jauh, alangkah baiknya bila kita memahami terlebih dahulu apa itu organisasi sosial. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata organisasi diartikan sebagai kesatuan atau susunan yang terdiri dari bagian-bagian (struktur atau orang) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Organisasi dapat pula diartikan sebagai kelompok kerja sama di antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Adanya organisasi sosial tidak terlepas dari keberadaan norma-norma dalam masyarakat. Nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat merupakan hal yang mulia, diimpikan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Maka dari itu, untuk mewujudkan dan menjalankan nilai sosial itulah, masyarakat merumuskan aturan yang tegas, yaitu norma sosial. Nilai dan norma inilah yang menjadi batas bagi setiap sikap manusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Kumpulan dari nilai dan norma nantinya dapat membentuk sistem norma. Dari sinilah mulanya organisasi sosial terbentuk.

Karakteristik Organisasi Sosial dalam Masyarakat

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari

Berdasarkan pengertian organisasi sosial yang telah dibahas sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa organisasi sosial pasti ada di tengah masyarakat selama masyarakat tersebut masih ingin menegakkan nilai dan norma yang ada di tengah mereka. Organisasi sosial yang ada di masyarakat sendiri tentunya memiliki karakter yang berbeda dengan unsur masyarakat lainnya. Di bawah ini penulis uraikan beberapa karakteristik organisasi sosial dalam masyarakat menurut Steiner dan Berelson (1964):

Hierarki, yaitu terdapat pola wewenang dan kekuasaan yang terstruktur, menyerupai piramida atau dengan kata lain, terdapat orang-orang atau bagian tertentu yang wewenang dan kekuasaannya lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang atau bagian yang lainnya.

Formalitas, yaitu di dalam organisasi sosial terdapat aturan, prosedur, ketetapan, kebijakan, strategi, tujuan, dan lain sebagainya sebagai panduan dari jalannya organisasi sosial tersebut. Tanpa adanya hal-hal tersebut, maka organisasi sosial akan kacau dan mudah goyah.

Ukuran Organisasi, di dalam organisasi yang memiliki anggota dalam jumlah besar, hubungan di antara anggota cenderung kurang intens. Maka dari itu, umumnya organisasi yang efektif adalah yang berukuran kecil.

Durasi, yaitu keberadaan suatu organisasi pasti durasinya lebih lama dibandingkan dengan durasi anggotanya yang bergabung di dalam organisasi tersebut.

Selain karakteristik yang telah disampaikan di atas, terdapat beberapa karakteristik lain yang umumnya dimiliki oleh sebuah organisasi sosial, misalnya yaitu terdapatnya aturan atau batasan operasional organisasi dan identitas yang jelas, serta pembagian peran dan status dari anggota organisasi secara jelas.

Contoh Organisasi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Organisasi sosial merupakan salah satu unsur masyarakat yang tidak akan pernah terlepas dari keberadaan masyarakat itu sendiri. Maka dari itu, terdapat begitu banyak contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita temui. Agar pembaca lebih memahami apa itu organisasi sosial, di bawah ini penulis sampaikan beberapa contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari:

Panti Asuhan

Panti asuhan ialah salah satu contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang umum kita temui di lingkungan sekitar kita. Panti asuhan sangat penting keberadaannya dalam rangka membantu negara untuk mengurus anak-anak yang terlantar. Di dalam panti asuhan juga biasa diadakan pendidikan karakter, mengingat betapa pentingnya pendidikan karakter bagi setiap manusia.

Partai Politik

Contoh Organisasi Pada Kehidupan Sehari-hari

Seperti yang kita tahu, terdapat banyak sekali partai politik yang ada di dunia ini. Di indonesia sendiri, terdapat puluhan partai politik yang senantiasa berlaga di setiap pesta politik. Partai politik ialah sebuah organisasi yang memiliki fokus di dalam dunia yang berhubungan dengan perumusan kebijakan publik yang akan memiliki dampak teramat besar bagi masyarakat.

Fungsi dari partai politik di dalam masyarakat yaitu sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi atau keinginan mereka. Selain itu, partai politik juga merupakan salah satu sarana bagi rakyat untuk dapat menjadi pemimpin atau pemerintah. Dalam kasus di indonesia sendiri, untuk dapat menjadi presiden kita harus diusung oleh satu atau beberapa partai politik.

Lembaga Swadaya Masyarakat

Salah satu contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari lainnya yaitu lembaga swadaya masyarakat. Ia merupakan lembaga yang bersifat sangat merakyat karena didirikan oleh berbagai unsur masyarakat untuk mencapai tujuannya. Fungsi lembaga swadaya masyarakat (LSM) sendiri yaitu untuk mengatasi berbagai masalah sosial melalui tangan masyarakat. Terdapat berbagai bidang dimana LSM dapat bergerak, mengingat banyaknya permasalahan sosial yang terjadi. Hingga saat ini, setidaknya terdapat puluhan ribu LSM yang berkembang di negara ini.

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Contoh organisasi sosial ini merupakan salah satu organisasi yang diluncurkan oleh pemerintah dalam rangka mencapai kesejahteraan di tengah keluarga indonesia. Keluarga merupakan unit terkecil suatu negara yang menjadi pilar berdirinya negara ini. Maka dari itu, diadakanlah sebuah program berbentuk organisasi yang disebut PKK atau Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Cikal bakal dari organisasi ini sendiri sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 1957. Terdapat 10 program pokok dari PKK, yaitu pengamalan nilai-nilai dasar Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, dan lain sebagainya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bersama, jumlah penduduk indonesia sangatlah banyak. Penduduk merupakan konsumen dari berbagai produk yang dijual di pasaran. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya organisasi sosial yang mengkhususkan diri untuk melindungi konsumen. Di sisi lain, kesadaran penduduk indonesia untuk menjadi konsumen cerdas masih rendah, sehingga tugas YLKI dalam mencerdaskan konsumen indonesia semakin berat.

Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi ialah perserikatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan para anggotanya melalui cara-cara yang lebih bersahabat. Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu contoh organisasi sosial yang juga berhubungan dengan bidang ekonomi. Koperasi yang paling umum ditemui ialah koperasi simpan pinjam.

Lembaga Bantuan Hukum

Banyak rakyat indonesia yang terjerat kasus hukum namun tidak mampu menyewa pembela hukum untuk membela diri mereka. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) merupakan salah satu contoh organisasi sosial yang bergerak untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam menangani kasus hukum mereka.

Panti Jompo

Panti jompo merupakan tempat penampungan bagi orang-orang tua yang terlantar. Seperti janji negara dalam UUD 1945, setiap penduduk yang terlantar merupakan tanggung jawab negara. Maka dari itu, diadakanlah panti jompo dengan susunan organisasinya sendiri. Bukan hanya negara yang menjadi donatur dalam operasional panti jompo, rakyat biasa pun bisa membantu.

Karang Taruna

Pemuda merupakan pilar bangsa. Mereka merupakan penerus generasi bangsa ini. Di indonesia, kita mengenal sebuah organisasi sosial yang digagas dan dijalankan oleh para pemuda, yaitu karang taruna. Biasanya karang taruna ini bergerak di bidang kesejahteraan sosial, misalnya dengan mengadakan pembinaan atau pemberdayaan yang berupaya menumbuhkan kegiatan ekonomis di daerahnya.

Sistem Keamanan Lingkungan

Sistem Keamanan Lingkungan biasa dikenal sebagai Siskamling. Keberadaan Siskamling ini sangat penting di dalam masyarakat. Ia berfungsi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Siskamling juga mempermudah tugas kepolisian RI yang tidak dapat mencapai daerah yang lebih terpencil lagi. Biasanya yang menjadi petugas siskamling adalah laki-laki yang berusia di atas 17 tahun.

Pemaparan di atas merupakan penjelasan mengenai contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang dapat penulis sampaikan kepada pembaca dalam kesempatan yang indah kali ini. Semoga dengan membaca artikel ini pembaca dapat memahami apa itu organisasi sosial beserta contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dari penjelasan di atas pula kita dapat mengetahui bahwa adanya organisasi sosial merupakan hal yang penting untuk mencapai keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Selain itu, adanya organisasi sosial di negara ini juga memungkinkan tujuan pembangunan nasional dapat tercapai dengan baik dan melibatkan masyarakat. Sekian, sampai jumpa pada kesempatan yang lain dan semoga kesuksesan senantiasa mengiringi langkah pembaca.