Acara Pergelaran Organisasi Peningkatan Sumber Daya Manusia

Acara Pergelaran Organisasi Peningkatan Sumber Daya Manusia -Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai tahun 2019 dan selanjutnya menjadi pengarusutamaan strategi pembangunan bangsa Indonesia ke depan,  pilihan strategi  tersebut diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) saat ini tengah menjadi sesuatu yang diutamakan dalam pembangunan Pemerintah Indonesia pada waktu lima tahun ke depan. Sebagian program dan berbagai organisasi masyarakat yang selalu mendukung adanya peningkatan kualitas pendidikan, seperti pada tingkat dasar menengah ataupun pendidikan tinggi dimaksimalkan dalam mendorong daya persaingan bangsa ini.

Acara Pergelaran Organisasi Peningkatan Sumber Daya Manusia

Baru-baru ini, di hadapan peserta Indonesian  Scholars International Convention (ISIC) 2019 yang diselenggarakan di University of Nottingham, Inggris, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti memaparkan konsep pengembangan SDM Iptek dan Dikti  Tanah Air yang saat ini masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Pada garis besarrnya, tantangan tersebut terdiri dari akses, kualitas, pemerataan, dan relevansi. Dirjen Ghufron memaparkan bahwa akses pendidikan yang memiliki kualitas di Indonesia saat ini masih berpusat pada Pulau Jawa. Sedangkan pada populasi penduduk, baru sekitar 8,5% atau 15,5 juta jiwa dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang mampu menuaskan perguruan tinggi. http://111.221.46.189/

Dari data yang diperoleh sebanyak 26,3 % yang sampai pada pendidikan SMA, dan untuk sisanya sebanyak 65 % hanya sampai di pendidikan bangku SMP saja, dan untuk SD sekitar 42,4%. Untuk disisi lainnya, pada beberapa dekade untuk ke depannya Indonesia mempunyai kemampuan menjadi suatu negara dengan status perekonomian yang besar di dunia.

Maka dari itu, pembangunan sumber daya manusia ke depannya adalah hal yang dapat menjadi penentu untuk perubahan kemajuan bangsa. Pertama, jika Indonesia menginginkan keluar dari status negara yang memiliki pendapatan menengah, Indonesia wajib mengadakan dorongan dala bidang ekonomi yang berbasis pada inovasi.

Kedua, untuk menguatkan daya persaingan yang semakin ketat, kita perlu menaikkan inovasi. Perguruan tinggi sendiri mempunyai peran dalam agen pembangunan ekonomi mealalui perolehan riset dan inovasi, termasuk pula meningkatkan peringkat perguruan tinggi terseut melalui publikasi internasional. Berhubungan degan kualitas suatu universitas, Dirjen Ghufron mengatakan bahwa Indonesia sudah memiliki lebih dari 4.500 nam aperguruan tinggi. Tetapi, secara institusi baru menginjak 12,48 yang setidaknya memiliki akreditasi B.

Kampus terbaik dalam negeri, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, hingga Universitas Gadjah Mada sendiri masih berusaha keras untuk masuk dalam peringkat 200 besar dunia. Menurut Dirjen Ghufron, kendala ini dipengaruhi oleh tata kelola kampus yang belum secara efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.

Acara Pergelaran Organisasi Peningkatan Sumber Daya Manusia

Strategi yang diupayakan demi pembangunan sumber daya iptek dan dikti sendiri memang perlu diperhatikan relevansi pada dunia kerja nyata atau industri. Dirjen Ghufron menambahkan, tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang justru menjadi pengangguran. Selain karena kemampuan dan soft skill, pembuatan program studi pada perguruan tinggi memang belum didasarkan pada priorotas dalam kebutuhan pembangunan. Dalam menciptakan lulusan yang siap pakai untuk terjun dalam industri, pendirian program studi di perguruan tinggi belum didasarkan pada priorotas kebutuhan pembangunan. Dalam mencetak lulusan yang siap pakai di industri, Kemenristekdikti saat ini sedang mengukukhkan bidang vokasi. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan dosen vokasi menjadi hal yang diutamakan. Para dosen juga harus meningkatkan kualifikasinya melalui berbagai skema beasiswa di jenjang doktor.

Selain itu, kami juga memiliki program pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri untuk para dosen, serta mendukung sarana prasarana pendidikan di politeknik,” ujar Guru Besar dari UGM itu.

Melalui para ilmuwan diaspora, para akademisi dalam negeri berkesempatan untuk lebih mudah melakukan joint research, bahkan membuka peluang kerja sama dengan institusi berkelas dunia. Dirjen Ghufron mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, para ilmuwan diaspora bersama akademisi Tanah Air berhasil menerbitkan 72 publikasi.

Para ilmuwan diaspora ini mampu berperan sebagai kapitalis pembangunan sumber daya manusia di tanah air. Walaupun mereka menetap dan berkarier di luar negeri masih memunyai jiwa nasionalisme yang ingin berkontribusi untuk memajukan bangsanya sendiri. Strategi yang lainnya, menurut Dirjen Ghufron yaitu meningkatkan jumlah Doktor yang usianya masih muda. Terobosan yang dilakukan yaitu menghadirkan beasiswa Pendidikan Magister untuk menuju Doktor mencapai Sarjana Unggul (PMDSU) untuk para lulusan S1 dengan nilai IPK tinggi. Beasiswa tersebut merupakan percepatan pada studi Magister sekaligus Doktor dalam kurun waktu selama empat tahun. Untuk lulusan PMDSU akan dijadikan sebagai Doktor muda, dikarenakan mereka yang telah mendaftarr beasiswa dibatasi usianya, tidak diperkenankan melebihi usia 24 tahun.

Dalam acara tersebut, selain dihadirkannya Dirjen Ghufron pun turut dihadirkan pembicara pada acara tersebut yaitu Rektor peguruan tinggi IPB yaitu Arif Satria. Ia menyampaikan bahwa startegi yang dibentuk IPB melalui kerjasama hilirasi riset pada era persaingan yang saat ini akan memasuki revolusi industri 5.0

Urgensi pembangunan  sumber daya manusia menjadi faktor kunci  dalam memenangkan persaingan global, yang membawa konsekuensi semakin ketatnya persaingan ditengah ketidakpastian, langkah strategis ini sudah selayaknya mendapatkan dukung  penuh  dari seluruh  pemangku kepentingan.

Meningkatkan sumber daya manusia untuk menuju manusia yang berkualitas memiliki hubungan yang sangat erat melalui peningkatan dalam produktivitas kerja dalam memenangkan persaingan ditengah perubahan yang sangat cepat pada dunia bisni, ekonomi politi dan juga budaya. Semakin semaraknya pergejolakan ekonomi dunia yang terus bersaing, Indonesia sudah dituntut untuk  tetap konsisten dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bertujuan menjawab permasalahan peningkatan dalam kesejahteraan rakyat. Hal ini berbarengan dengan derasnya harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai  negara maju dengan potensi bonus demografi  dan anugerah sumber daya alam.

Harapan ini tidaklah berlebihan bila melihat capaian pembangunan yang telah berhasil diraih oleh bangsa Indonesia dalam waktu akhir-akhir ini,   dan juga beberapa prediksi  lembaga survei asing, yang memproyeksikan Indonesia  akan  sejajar dengan Cina dan Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.

Indonesia juga memiliki berbagai  aspek potensial yang dapat menjadi  ‘senjata ampuh’ bila kita mampu mentransformasikannya menjadi  potensi yang berkonstribusi positip terhadap pencapaian Indonesia unggul , utamanya dalam mewujudkan impian besar para pendiri bangsa  akan peningkatan  kesejahteraan rakyat.

Pembangunan sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia bila mencermati data yang dikeluarkan Bank Dunia, dimana pada tahun 2018 Bank Dunia menyebutkan bahwa kualitas SDM Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara. Sementara itu, di tahun yang sama, Business World memaparkan bahwa peringkat daya saing SDM Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara. Peringkat ini masih kalah dari dua negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada diperingkat 13 dan 22.

Oleh karena itu pilihan strategi pembangunan dengan fokus utama pembangunan sumber daya manusia sangat tepat untuk menjawab tantangan bagi Indonesia,  mengingat Indonesia saat ini berada dalam periode Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang menuntut sumber daya manusia Indonesia yang terampil dan unggul  agar memiliki daya saing yang tinggi sehingga memiliki konstribusi dalam pembangunan bangsa.